Sabtu, 07 Jul 2018 09:41 WIB

LCGC Killer yang Terseok-seok

Dina Rayanti - detikOto
Renault Kwid. Foto: Rangga Rahadiansyah Renault Kwid. Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta - Mobil dengan harga kisaran Rp 100-200 jutaan masih menjadi incaran masyarakat Indonesia. Namun itu tidak menjamin mobil yang dijual dengan harga di kisaran itu bisa laris. Contohnya Renault Kwid.

Renault Kwid saat pertama kali meluncur sempat mencuri perhatian. Bagaimana tidak, tak tergolong dalam jenis mobil Low Cost Green Car (LCGC) tapi harga jualnya justru bisa lebih murah. Saat Kwid diluncurkan tahun 2016, harganya dibanderol Rp 117,7 juta lebih murah daripada LCGC yang saat itu bahkan mencapai Rp 130 jutaan.



Namun beberapa bulan setelah peluncurannya, mobil mungil merek Eropa yang didatangkan dari India ini tampak kurang diminati.

Melirik data wholesales (dari pabrik ke diler) yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bulan Mei 2018 saja hanya ada 19 unit Kwid yang dikirim ke diler.



Sehingga sepanjang tahun 2018, 53 unit Kwid terjual. Angka itu berselisih cukup jauh kalau kita bandingkan dengan mobil LCGC Toyota Agya. Agya dalam sebulan saja angka penjualannya menyentuh 2.511 unit.

Atau kembaran Daihatsu Ayla penjualannya juga tembus ribuan unit yaitu 2.289 unit. Walaupun harganya lebih murah dan diklaim sesuai dengan kantong masyarakat Indonesia, hampir 2 tahun setelah peluncuran Kwid belum menunjukkan angka penjualan yang signifikan. (dry/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com