Kamis, 07 Jun 2018 15:52 WIB

Mudik Naik SUV? Ini Cara Menyusun Barangnya Biar Aman

Dina Rayanti - detikOto
Ilustrasi suasana mudikFoto: Wisma Putra Ilustrasi suasana mudikFoto: Wisma Putra
Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, bagi Otolovers yang akan mudik disarankan untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Apalagi yang mudiknya membawa kendaraan sendiri khususnya jenis SUV. Selain kendaraan yang prima, menyusun barang di dalam mobil pun tidak bisa sembarangan agar kita tetap bisa merasa nyaman sepanjang perjalanan.



Berikut detikOto kutip delapan tips menyusun barang di dalam SUV agar tetap aman dan nyaman saat mudik.

1. Perhitungkan dengan Cermat

Walaupun mobil SUV memiliki ruang lebih untuk menyimpan barang, sebaiknya jangan memenuhi ruang mobil Anda dari dasar ke langit-langit mobil. Kapasitas beban, yang terdiri dari jumlah beban maksimum penumpang ditambah muatan, berkisar dari 400kg dan bervariasi bagi setiap kendaraan.

Beban kendaraan dapat dihitung dengan mengurangi berat kendaraan (dalam keadaan kosong) dari berat kendaraan kotor (berat maksimum muatan yang dapat dibawa kendaraan). Jika dalam satu mobil terdapat dua orang dewasa dengan berat beban 60 kg dan dua anak dengan berat beban dibawah 40 kg, maka Anda harus mengurangi kapasitas beban Anda dengan berat gabungan hingga 200 kg.

Jangan melupakan berat tambahan dari tangki penuh bahan bakar Anda. Misalnya, bahan bakar diesel berbobot sekitar 0,832 kg per liter, sehingga mengisi tangki 76 liter akan secara efektif mengurangi kapasitas membawa sebesar 63 kg lainnya. Perhitungkan dengan cermat untuk keamanan dan kenyamanan Anda.

2. Bobot Menentukan Posisi

Letakkan barang bawaan paling berat di bagasi dan letakkan di lantai. Hal ini penting untuk membantu menjaga keseimbangan kendaraan, sehingga mengurangi potensi kendaraan terbalik. Mengatur posisi barang bawaan berdasarkan bobotnya, juga membantu mengurangi potensi dampak buruk, akibat beban kargo; kelebihan beban di bagian belakang, dapat menggeser bobot dari roda depan, sehingga mempengaruhi kemudi dan pengereman.



3. Aman di Kabin

Untuk mengurangi potensi bahaya ketika terpaksa melakukan pengereman mendadak, maka barang- barang kecil harus dikemas lebih rapih atau dimasukkan ke dalam kotak penyimpanan, untuk barang yang lebih besar sebaiknya diikat agar lebih aman. Hal ini akan membantu Anda untuk memastikan keamanan Anda ketika situasi darurat.

4. Jaga Jarak Pandang Optimal

Hindari menumpuk muatan hingga ke atap, untuk mempertahankan jarak pandang optimal. Hal ini akan menyulitkan saat mengemudi dan menjadi resiko yang cukup besar saat harus melakukan manuver mundur. Tanpa jarak pandang optimal ke belakang kendaraan, risiko menghantam sesuatu menjadi lebih tinggi.

5. Gunakan Atap Kendaraan Sebagai Penyimpanan Ekstra

Memuat bagasi di atap kendaraan umumnya tidak disarankan karena memberikan pengaruh negatif kepada aerodinamika dan meningkatkan pusat gravitasi, sehingga berdampak negatif pada konsumsi bahan bakar dan handling kendaraan termasuk pada kecepatan rendah. Terlebih lagi, hal ini menjadi potensi bahaya apabila lepas dari ikatan saat kendaraan sedang bergerak.

Namun, roof rack yang dipasang dengan benar dengan rel silang dapat membantu menjaga bagasi Anda tetap aman saat berkendara dengan kecepatan normal. Meski demikian. Perhatikan roof rack atau perangkat tambahan yang dirancang dengan aman, aerodinamis dan tahan air. Hindari memuat barang-barang berukuran besar, berat dan tidak terpasang secara cermat.

6. Pastikan Kebutuhan Darurat Mudah Dijangkau

Pastikan emergency kit untuk perjalanan Anda, termasuk kabel aki, ponsel dan air minum dapat diakses dengan mudah kapanpun. Di beberapa model SUV, ban cadangan tersimpan di dalam kendaraan, dan untuk mengambil ban cadangan ini kemungkinan mengharuskan diturunkannya muatan di bagasi.

7. Periksa Kondisi dan Tekanan Ban

Sebelum mengemudi, penting memastikan ban Anda dalam kondisi sempurna. Tekanan ban yang disarankan biasanya dapat ditemukan di sisi pintu pengemudi, di dalam pintu pengisi bahan bakar, atau di buku manual. Gunakan angka tekanan tersebut bukan angka tekanan maksimum pada dinding samping ban karena kendaraan mungkin menyarankan tekanan berbeda untuk kecepatan tinggi atau beban berat.

8. Jangan Ambil Risiko

Tips terakhir, jangan mengambil risiko dengan membebani kendaraan Anda. Jika barang bawaan Anda terlihat berlebihan, temukan cara untuk meringankan beban Anda. Keselamatan harus menjadi prioritas utama Anda. (dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed