Kamis, 24 Mei 2018 03:18 WIB

RI Harus Bikin Sedan Sendiri, Supaya Nggak Jadi Importir Mobil

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Indonesia harus segera produksi sedan supaya tak hanya jadi importir. Foto: Dok. PT Honda Prospect Motor Indonesia harus segera produksi sedan supaya tak hanya jadi importir. Foto: Dok. PT Honda Prospect Motor
Jakarta - Meski saat ini mobil keluarga alias MPV jadi jenis mobil yang paling laku di pasar roda empat Indonesia, bukan berarti tidak ada kekhawatiran dari para pelaku industri dengan hilangnya pasar dan akitvitas perakitan mobil jenis sedan.

Seperti yang disampaikan Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, jika ke depannya permintaan mobil sedan kembali tumbuh, maka mau tidak mau Indonesia mengambil produk dari luar negeri alias impor. Karena saat ini para produsen hanya menghadirkan mobil sesuai permintaan pasar.


Sehingga nantinya tidak ada lagi kegiatan produksi mobil jenis sedan di Indonesia.

"Indonesia kan orangnya makin lama makin mapan, pemerintah makin bagus. Kalau GDP perkapita mulai naik, terus selera juga mulai berubah lagi, dulu pakai Nokia, sekarang nggak ada yang mau, karena seleranya berubah, dan duitnya (kemampuan ekonomi) juga berubah, nah kalau yang satu bilang nggak mau pakai MPV lagi, maunya sedan, nah yang terjadi nanti pada beli sedan impor, karena tidak ada lagi pabriknya," ujar Nangoi kepada wartawan, di Jakarta.


Selain itu kata Nangoi, dengan adanya ASEAN Free Trade Area (AFTA), mobil buatan Thailand akan masuk ke Indonesia dengan bebas bea masuk alias 0, dengan syarat kandungan komponen asianya mencapai 40 persen, akan menambah kemungkinan orang membeli sedan impor jika pasarnya mulai ada lagi.

"Jadi bukannya saya ngotot (mengedepankan mobil sedan), saya mau jagain supaya Indonesia jadi importir mobil," tuturnya. (khi/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed