Selasa, 22 Mei 2018 14:42 WIB

Siapa Menyetir Lebih Aman, Pria Atau Wanita?

Dina Rayanti - detikOto
Siapa Menyetir Lebih Aman, Pria Atau Wanita? Foto: Newspress
Jakarta - Pertanyaan soal jenis kelamin apa yang bisa menyetir lebih aman masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Wanita sering dituding tidak bisa mengemudikan mobil dengan baik. Itulah sebab dibalik angka kecelakaan mobil yang melibatkan wanita masih cukup tinggi.



Sementara pria dinilai lebih baik saat menyetir jika dilihat angka kecelakaan selama bertahun-tahun. Dibandingkan saat wanita yang menyetir, angka kecelakaan yang melibatkan pria justru lebih sedikit.

Melansir sebuah situs Australia VroomVroomVroom, Selasa (22/5/2018), setiap pengendara itu tidak aman dan tak mengenal jenis kelamin. Berada di jalan itu sudah pasti berisiko dan mungkin kita tidak bisa mencegah hal buruk yang akan menimpa kita.

Maka dari itu, saat sedang menyetir setiap orang disarankan untuk tetap berhati-hati dan menjaga jarak karena tingginya angka kecelakaan terjadi di jalan.

Di Australia, dalam sebuah studi terkait lalu lintas banyak kecelakaan terjadi justru melibatkan pengemudi pria daripada wanita. Hasil studi tersebut mendapati hasil hanya 7.000 wanita yang mengklaim asuransi kecelakaan sementara pria lebih dari 100.000 orang dalam waktu dua tahun terakhir.



Dari pendapat berbagai ahli lalu lintas, pengemudi pria di seluruh dunia biasanya terlibat dalam kecelakaan yang cukup serius. Banyak anak muda berjenis kelamin pria terlibat kecelakaan karena balap mobil liar dan tidak memperhatikan keamanan jalan. Masih dalam studi yang sama, kecelakaan yang dialami pria kebanyakan melibatkan pejalan kaki.

"Pria mengemudi lebih cepat dan sering melanggar aturan daripada wanita. Itu juga berpotensi menimbulkan akibat yang fatal," tulis studi tersebut.



Pengemudi wanita justru dianggap mengemudi lebih aman berdasarkan hasil riset perusahaan asuransi. Sama-sama terlibat dalam kecelakaan, kecelakaan yang dialami wanita biasanya tidak separah pria. Kecelakaan yang dialami wanita kebanyakan merusak sedikit bagian mobil seperti bemper depan dan belakang sementara pria kecelakaannya melibatkan penggguna jalan lain.

Misalnya seperti menabrak mobil lain, pejalan kaki atau objek lain saat mengemudi dalam kecepatan tinggi. Pria juga disebut-sebut masih berani mengemudikan mobil padahal dibawah pengaruh alkohol dan obat-obatan. Banyak juga pria yang mengabaikan penggunaan seat belt dan hobi memacu kecepatan mobilnya. (dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com