Rabu, 09 Mei 2018 17:22 WIB

BMW Tidak Goyang Walau Dolar Menguat Sampai Rp 14 Ribu

Ruly Kurniawan - detikOto
Dolar AS Tembus Rp 14.000. Foto: Selfie Miftahul Jannah Dolar AS Tembus Rp 14.000. Foto: Selfie Miftahul Jannah
Probolinggo - Nilai dolar terhadap rupiah menguat sampai Rp 14.000. Hal ini tidak hanya berdampak pada sektor investasi, diperkirakan beberapa pabrikan otomotif juga terpengaruh. Tapi untuk BMW rupanya menguatnya dolar tidak berdampak.

Diungkapkan oleh Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania, meski dolar kuat terhadap rupiah, tidak ada pengaruhnya ke BMW. Soalnya, mobil premium tersebut berasal dari Jerman dan Euro-lah yang paling berperan penting.



"Tidak ada pengaruhnya, kok. Tidak ada kenaikan harga karena patokan kita Euro bukan dolar. Ini kan dari Jerman," ujar Jodie kepada beberapa wartawan di sela-sela kegiatan BMW Destination X Bromo Driving Experience 2018, Probolinggo, Jawa Timur.

Misalnya saja, lanjut Jodie, All New BMW X3 masih dijual seharga Rp 1,3 miliaran off the road. Varian lainnya juga tidak ada kenaikan harga.



"Kita lihat di IIMS 2018 kemarin animo masyarakat sangat baik terhadap BMW. Produk baru kita saja yaitu All new BMW X3 bisa menyumbang 10 persen dari total SPK. Dan kita juga tidak berdampak kepada dolar yang menguat sampai Rp 14 ribu sekarang. Kalau brand lain mungkin ya," katanya.

"Untuk itu sebagian besar kendaraan BMW yang digemari pelanggan telah dirakit secara lokal di Indonesia - antara lain adalah BMW Seri 7, BMW Seri 5, BMW Seri 3, BMW X5, BMW X3, dan BMW X1. Hingga saat ini belum ada pengaruh dari nilai tukar dengan pengiriman kendaraan BMW," katanya lagi di kesempatan berbeda. (ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed