Rabu, 04 Apr 2018 13:17 WIB

Mobil Desa 5 Kali Ganti Desain, Sempat Dituduh Menjiplak

Dina Rayanti - detikOto
Mobil pedesaan dipamerkan di Kementerian Perindustrian (Foto: Dina Rayanti) Mobil pedesaan dipamerkan di Kementerian Perindustrian (Foto: Dina Rayanti)
Jakarta - Penggagas mobil Esemka Sukiyat kini beralih untuk memproduksi mobil desa. Sukiyat beralasan membuat mobil Esemka mengalami banyak kendala, belum lagi harus berhadapan dengan mobil-mobil buatan Jepang yang sudah mendominasi di Tanah Air.

Mengembangkan mobil desa hingga akhirnya bisa diproduksi secara massal Sukiyat mengaku mengalami beberapa hambatan. Bahkan ia mengatakan sempat dituding menjiplak karena mobil memiliki desain yang mirip dengan mobil lain.

"Buat mobil desa juga kendala harus ganti ini ganti itu. Ini buatnya berulang-ulang bentuk ini nggak masuk, ganti sampai lima kali karena apa supaya tidak istilahnya ada bentuk yang sama mencontek, kalau mencontek jadi masalah," jelas Sukiyat kepada detikOto saat dihubungi melalui sambungan telepon.



"Di tempat saya mirip dengan dengan yang di India, jadi desainnya saja yang saya ganti, power train dan lainnya masih sama. Istilahnya ganti bajunya lah," sambung Sukiyat lagi.

Mobil desa ini merupakan buah kerjasama antara dua anak perusahaan PT Astra Otoparts, PT Velasto Indonesia dan PT Ardendi Jaya Sentosa dengan perusahaan milik Sukiyat PT Kiat Inovasi Indonesia rencananya akan mengaspal di jalanan-jalanan pedesaan Indonesia pada akhir 2018.

Bicara soal harga, kedua pihak masih enggan membeberkannya. Hanya saja diharap bisa dijual di kisaran Rp 60 jutaan.

"Nah itu yang sedang kita hitung, kita sedang usahakan mengarah ke Rp 60 juta, walaupun sampai saat ini masih banyak hal sedang kita usahakan," tutur Direktur PT Velazto Indonesia Reiza Treistanto beberapa waktu lalu.

Mobil desa tersebut memang nantinya hanya digunakan untuk kendaraan pedesaan. KMW akan dibekali dengan mesin diesel berkapasitas 500-550 cc yang bisa menghasilkan tenaga 14 daya kuda.

Prototipe mobil desa KWMPrototipe mobil desa KMW Foto: Dina Rayanti


Mesin di mobil desa itu akan dikawinkan dengan transmisi manual empat percepatan disertai sistem Rack and Pinion.

Berkat mesin itu, mobil desa bisa mencapai kecepatan 40 km/jam dengan putaran 2.800 rpm.

Bobot mobil desa KMW mencapai 800 kg dengan daya angkut maksimal 700 kg mendatar, sementara pada saat jalanan mendaki 500 kg. Mobil desa KMW menggunakan penggerak roda belakang.

"Jadi sebetulnya mesin (di mobil desa) itu ada beberapa pilihan, ada diesel, bisa gasoline, kalau nanti sudah punya motor listrik bisa motor listrik, begitu ya, tetap di tahap pertama akan diesel terlebih dahulu," jelas Reiza. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed