Rabu, 21 Mar 2018 15:49 WIB

Gugat Aturan Pakai GPS saat Nyetir, Ini Harapan Komunitas Mobil

M Luthfi Andika - detikOto
Aplikasi GPS di HP. Foto: Dadan Kuswaraharja Aplikasi GPS di HP. Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Komunitas Toyota Soluna Community (TSC) dan ojek online bersama-sama mengajukan uji materi Pasal 106 Ayat (1) dan Pasal 283 UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Langkah ini dilakukan karena dinilai tidak relevan dengan kondisi teknologi yang ada saat ini.

Sehingga besar harapan agar pemerintah menguji kembali undang-undang tersebut. Seperti yang disampaikan kuasa hukum Ade Manansyah.

"Saya berharap pihak majelis hakim bisa mempertimbangkan, dan me-review terkait masalah penggunaan ponsel ini, terhadap Undang-Undang 22 Tahun 2009. Agar bisa dikabulkan agar direvisi lagi undang-undangnya," ujar Ade.



Ade juga menjelaskan, dalam ketentuan norma Pasal 106 ayat (1) UU LLAJ menyatakan bahwa, "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi." Yang dimaksud dengan penuh konsentrasi kemudian dijelaskan dalam bagian penjelasan Pasal 106 yakni "...setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena..." salah satunya adalah "menggunakan telepon".

Ketentuan norma Pasal 106 ayat (1) UU LLAJ selanjutnya diikuti oleh sanksi pidana sebagaimana diatur dalam ketentuan norma Pasal 283. Ketentuan Norma a quo tersebut diberlakukan untuk seluruh pengemudi kendaraan bermotor.



Terhadap frasa "menggunakan telepon" sebagai salah satu sebab terganggunya konsentrasi pengemudi kendaraan bermotor haruslah memiliki maksud yang jelas. Sehingga tidak menjadi multitafsir dalam pemberlakuannya. Artinya perlu dijelaskan maksud dari frasa 'menggunakan telepon' adalah:

Pertama, apakah penggunaan telepon tersebut untuk berkomunikasi (menelepon, SMS, chating via aplikasi) sehingga terjadi interaksi antara pengemudi dengan orang yang dihubungi, maka hal tersebut tentunya dapat dikategorikan suatu kegiatan yang dapat menyebabkan terganggunya perhatian pengendara motor sehingga menjadi tidak konsentrasi, atau

Kedua, apakah penggunaan telepon tersebut hanya untuk menggunakan GPS sebagai pemandu jalan menuju lokasi yang telah ditentukan.

Apabila penggunaan telepon tersebut dalam hal menggunakan GPS, maka tentunya tidaklah mengganggu konsentrasi, karena pengemudi hanya melihat ke layar telepon, layaknya saat pengemudi melihat ke kaca spion atau speedometer. Artinya tidak ada interaksi/komunikasi dua arah melalui telepon yang dapat mempengaruhi konsentrasi pengemudi kendaraan. (lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed