"Mobil bekas itu memang unik, ia berbeda dengan mobil baru. Memang, hari ini atau ke depannya ketika orang mau beli mobil baru tidak perlu lagi datang ke diler. Dia hanya datang pada saat pameran, dilihat, dicoba, atau dari mulut ke mulut. Belinya lewat HP," kata Manajer Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih kepada wartawan di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisa saja, lanjut Herjanto, warna mobil sama, tahun perakitannya baru, warnanya masih bagus, spesifikasinya juga, tetapi kondisinya berbeda. Misal saja pada kilometernya.
Infografis beli mobil bekas Foto: Andhika Akbarayansyah |
"Spesifikasi, warna, tahun, jenis, bisa sama. Tapi kondisinya itu bisa berbeda. Misal, kilometernya bisa jadi yang satu sudah besar dan yang satu lagi masih kecil. Atau misalkan di luar sama, bersih, pas dibuka wah ternyata karet-karetnya sudah coklat. Sudah bekas kebanjiran. Berkurang lagi deh harganya," tutur Herjanto.
Tetapi, dirinya tidak menampik bahwa aplikasi online sedikit banyak mampu membantu calon konsumen dalam menentukan kendaraan yang ingin dibelinya. Tapi tetap saja, gambar dan kondisi sebenarnya untuk mobil bekas bisa sedikit berbeda. Oleh karena itu, disarankan agar tetap melihat langsung keadaan mobil yang ditaksir.
"Di aplikasi kita ada fitur inspeksi. Kita berkerja sama dengan bengkel untuk dicek dan dipaparkan kondisi sesuai dengan pengecekan bengkel itu. Tapi bukan berarti tidak melihat kendaraannya secara langsung, ya," ujar Sandy Soesilo, GM Product garasi.id (ruk/ddn)












































Infografis beli mobil bekas Foto: Andhika Akbarayansyah
Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk