Senin, 05 Mar 2018 08:10 WIB

Mobil Pedesaan

Mobil Ndeso Astra Sudah Lahir Sejak 2011

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Dadan Kuswaraharja Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

[Gambas:Video 20detik]

PT Astra Otoparts melalui anak perusahaannya, PT Velasto Indonesia membawa kendaraan ndeso hasil produksi lokal yang bermain di segmen Agricultural Special Vehicle (ASV) di lantai GIICOMVEC 2018.

Walaupun kendaraan yang disebut Wintor itu tidak begitu ngetop, pihaknya mengaku terus bertekad untuk memperkenalkan kendaraan angkut karya anak bangsa ini agar seluruh produksi perkebunan khususnya sawit tidak dikuasai oleh asing lagi.

Hal itu dipaparkan oleh Chief of Engineer & Operational Division Head PT Velasto Indonesia, Muhamad Yasin. Kepada detikOto, ia menceritakan lahirnya Wintor, karena pada tahun 2009-an ia melihat seluruh proses produksi sawit dari kebun sampai pabrik semua diimpor. Tidak ada yang berasal dari Indonesia.

"Dahulu, di Astra ada perusahaan namanya Wintek, ia buat mesin untuk industri. Saya sedang buat mesin agrosari untuk CTO waktu itu. Saat lihat di lapangan, saya lihat ternyata mulai dari masuk ke kebun sampai pabrik itu semua equipmentnya impor semua gitu. Kita kan sawit terbesar di dunia ya, tapi seluruh aktivitas produksi dari panen sampai produksi di pabrik itu semuanya impor. Sedih kan ya? Sampai arit pun impor juga tuh. Jadi seolah kita cuma punya tanah doang gitu," paparnya saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta.

"Jadi setelah dua sampai tiga minggu berpikir lahirlah 30-an proyek dari mulai kebun sampai pabrik, salah satunya ialah Wintor," tambah Yasin.


Tidak disangka-sangka, ternyata salah satu proyek yang mendapat hasil signifikan dibidang agrosari adalah kendaraan angkutnya, Wintor. Tidak lama dari hasil tersebut, Yasin mengatakan, lahirlah 3 unit prototipe Wintor.

"Dari situ kemudian beberapa proyek direalisasi. Salah satu yang sangat signifikan dalam bidang agrosari pada waktu itu adalah Wintor, alat angkut ini. Ia bisa menggantikan gerobak dorong yang biasa dipakai oleh para petani sawit dalam mengangkut panennya. Oleh karena itu kita coba buat prototipe pertama Wintor pada 2011 lalu yang diuji di Kebun. Jumlahnya ada tiga," ujar Yasin.



Seiring berjalannya waktu, hasil positif pun membuahi Wintor. Maka lahirlah 30 unit kalibrasi pada tahun 2012. Tidak membutuhkan waktu lama, produksi masal pertama kali pun dilakukan.

"Kemudian pada 2012 itu saya buat 30 unit untuk kalibrasi agar melihat seberapa efektif kendaraan tersebut. Setelah itu, di 2013 kita lakukan mass production karena ada yang pesan, langsung 900 unit, Karena ternyata efisiensinya luar biasa," tutup Yasin (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
CNN ID
×
Layar Pemilu Terpercaya
Layar Pemilu Terpercaya Selengkapnya