"Kalau pajak di Indonesia diturunkan, ini benar-benar harus dilihat seperti apa. Kita masih susah bicara penurunan harga, apakah 5 persen, 10 persen itu sangat susah," ujar Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy di Jakarta.
Tapi apakah dengan penurunan pajak ini bisa menjual lebih banyak sedan di Indonesia?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Logikanya dengan setara dengan apa? Kalau sedan turun nol persen, yang lainnya juga akan komplain. Nah itu pertanyaannya, bisa tidak meningkatkan volume sales sedan seperti MPV dan SUV? Ya belum, dan ini harus bertahap. Karena MPV lahir itu, karena katanya kebutuhan masyarakat yang menginginkannya. Karena keluarga yang banyak, kalau sedan ini harus sosialisasi kenapa harus pilih sedan," tambahnya.
Indonesia lanjut Jonfis menyukai mobil sekelas MPV dan SUV. "MPV untuk membawa keluarga dan SUV karena kontur jalanan. Terlebih sekarang SUV sudah crossover desainnya sudah bagus, interior bagus. Basic-nya 75 persen sudah terpenuhi (pasar Indonesia dengan adanya MPV dan SUV), sedan bukan market volume lagi," ujarnya.
(lth/ddn)










































