Kamis, 22 Feb 2018 17:45 WIB

Gaikindo Coret Keanggotaan Mercy, Ini Kata BMW

M Luthfi Andika - detikOto
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Karena belum memberi data penjualan seperti sesuai aturan pemerintah, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) per 15 Februari 2018 mencoret keanggotaan Mercy dari Gaikindo.

Dalam catatan detikOto, sudah beberapa kali Mercy tidak menyetor data ke Gaikindo. Selain tahun 2017 dan sampai sekarang, Mercy juga sempat tidak menyetor data pada tahun 2012 lalu. Mercy Indonesia beralasan hal ini merupakan kebijakan dari pusatnya di Jerman, Daimler AG.



Rekan Mercy sesama pabrikan Jerman, BMW sudah mengetahui hal ini. Tidak seperti Mercedes-Benz Indonesia yang kesulitan menyerahkan data penjualan, BMW masih bisa menyetornya.

"Kalau soal merek lain saya tidak bisa berkomentar, tapi buat BMW penyerahan data merupakan kewajiban dan kami akan tetap melakukannya sebagai anggota dari Gaikindo," kata Presiden Direktur BMW Group Indonesia, Karen Lim, Kamis (22/2/2018) di Jakarta.

BMW Group Indonesia mengatakan memang sudah menjadi ciri khas BMW, untuk terus mengikuti semua regulasi di negara tempat BMW melakukan bisnisnya.

"Jadi BMW selalu mengikuti peraturan yang ada di Indonesia. Kami menghormati regulasi yang ada dan sebagai anggota resmi dari Gaikindo. Karena kami harus melakukan itu (menyerahkan data penjualan-Red) ya akan kami lakukan. Itu bentuk komitmen dari BMW Indonesia saat melaksanakan bisnis di Indonesia," tambah Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia Jodei O'Tania.

Lalu bagaimana dengan prinsipal BMW di Jerman? Apakah prinsipal tidak mempermasalahkan penyerahan data penjualan BMW ke Gaikindo?

"Kalau untuk Gaikindo itu kan adalah peraturan yang ada secara lokal dan BMW selalu beradaptasi. Jadi saat kita berada di sebuah negara, kami akan beradaptasi dengan peraturan lokal. Jadi komentar saya ya untuk kapasitas BMW di Indonesia," kata Jodie.

Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto menyampaikan, sesuai aturan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 79 Tahun 2013 tentang Rincian Jenis Data dan Informasi serta Tata Cara Penyampaian Data dan Informasi yang Berkaitan dengan Perpajakan, semua pabrikan otomotif yang tergabung Gaikindo wajib menyerahkan data penjualan.

"Kita harus netral, sama seperti anggota lainnya (pabrikan otomotif lainnya yang tergabung dalam Gaikindo-Red). Karena semua anggota mempunyai kewajiban untuk memberikan data. Jadi kita mengumpulkan data ini dasarnya PMK 79/2013, PMK tersebut mewajibkan Gaikindo mengumpulkan data dan menyampaikan kepada Ditjen Pajak," ujar Jongkie.


(lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed