Hal tersebut dipaparkan oleh Presiden Direktur Eurokars Motor Indonesia, Roy Arman Arfandy. Katanya, berkat peminat yang tidak terlalu banyak seperti CX-5, Mazda3 tidak dibawa terlalu banyak ke Indonesia.
"Mazda3 Speed ini varian khusus dari Mazda3 hathcback yang kita bawa versi normal dulu. Hal ini karena kita melihat permintaan dari kawula muda yang menginginkan mobil sporty dan dinamis," ujar Roy kepada wartawan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data penjualannya di tahun 2017 ini dirinya juga memaparkan CX-5 lebih populer dibanding Mazda3. "Sampai saat ini Mazda2 yang paling laris, sekitar 30 persenan kontribusinya. Lalu CX-5 sekitar 25 persen, dan sisanya varian lain," kata Roy.
"Tapi untuk Mazda3 kita belum bisa lihat penjualannya secara kongkret karena masih baru masuk Oktober dan Januari kemarin. Tapi demand nya sudah cukup bagus," tutupnya. (ruk/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM