Rabu, 24 Jan 2018 15:27 WIB

Alasan Banyak Pemilik Mobil Mewah di Jaksel Nunggak Bayar Pajak

Muhammad Idris - detikOto
Pembayaran pajak di Samsat (Foto: Hasan Alhabshy)
Jakarta - Wilayah Jakarta Selatan tercatat sebagai kotamadya di ibu kota dengan jumlah penunggak pajak terbanyak untuk kepemilikan mobil mewah pribadi. Dari data Pemprov DKI Jakarta, ada 228 mobil mewah yang menunggak pajak sebesar Rp 7,5 miliar.

Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB-BBNKB) Samsat Jakarta Selatan, Khairil Anwar, mengatakan alasan belum membayar pajak cukup bermacam-macam.

"Alasannya sibuk, kemudian ada juga lupa. Ya makanya kita ingatkan," kata Khairil kepada detikOto.

Dia mengaku tak tahu persis berapa pajak yang masih menunggak hingga saat ini, sejak diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Jika digabung dengan mobil mewah kepemilikan badan atau perusahaan, tunggakan pajak kendaraan mewah saat itu sebesar Rp 15 miliar tersebut berasal dari 460 mobil.

"Terakhir yang di-update kan Rp 460 mobil. Itu kan terus bergerak ya angkanya. Berapa pajak mobil paling mewah di Jaksel, saya juga kurang hapal," terang Khairil.

Mengutip data yang dirilis Pemprov DKI Jakarta, jumlah kendaraan mewah pribadi penunggak pajak terbanyak berasal dari Jakarta Selatan sebanyak 228 mobil dengan tunggakan Rp 7,5 miliar. Kemudian Jakarta Barat 116 mobil dengan tunggakan Rp 6,1 miliar.

Jakarta Utara di urutan ketiga dengan tunggakan Rp 4,8 miliar dari 140 mobil mewah. Jakarta Pusat tunggakan Rp 4,4 miliar dari 117 kendaraan, dan Jakarta Timur Rp 3,3 miliar dari 93 kendaraan.

Untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di DKI Jakarta, mengutip situs Badan Pajak dan Restribusi Daerah (BPRD) Jakarta, berlaku pajak progresif dengan tarif untuk kepemilikan kendaraan bermotor pertama sebesar 2%, kemudian kepemilikan kedua 2,5%, kepemilikan ketiga 3%, dan seterusnya.

(idr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com