Senin, 08 Jan 2018 09:52 WIB

Ambisi BlackBerry Untung di Bisnis Mobil Tanpa Sopir

Muhammad Idris - detikOto
Mobil otonom Baidu. Foto: Gizmag Mobil otonom Baidu. Foto: Gizmag
Beijing - BlackBerry menggandeng mesin pencari internet China, Baidu, untuk mengembangkan teknologi kendaraan otonom tanpa sopir (self driving). Kesepakatan tersebut diharapkan bisa menghasilkan pundi-pundi pendapatan pada 2019 mendatang.

Dalam teknologi kendaraan otonom, perangkat lunak berfungsi sebagai sistem operasi untuk chip komputer untuk menggerakkan mobil tanpa sopir. Keputusan masuknya BlackBerry ini membuat saham perusahaan yang terdaftar di bursa Toronto ini naik 13%, atau tertinggi sejak 4 tahun terakhir.



"Kerja sama dengan Baidu bisa memungkinkan kita mengeksplorasi peluang integrasi untuk beberapa sistem kendaraan, termasuk ADAS (Advanced Driver Assistance Systems), gateway, dan cloud service," kata Senior Vice President dan GM BlackBerry QNX, John Wall.

QNX yang dimiliki Blackberry akan membuat sistem operasi Apollo, sebuah platform yang disebut-sebut sebagai 'Androidnya' mobil otonom.



Kedua perusahaan mengumumkan bahwa mereka akan mengintegrasikan Baidu's CarLife, sebuah perangkat lunak untuk mobil yang saling terhubung di China, dan percakapan kecerdasan buatan.

Jauh sebelumnya, BlackBerry pernah mengungkapkan rencananya masuk ke pasar mobil pada 2016 lalu. Ketika itu, perusahaan perusahaan berencana menginvestasikan US$ 75 juta ke sebuah pusat pengujian kendaraan otonom. (idr/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed