Hal ini disebabkan berbagai faktor, mulai dari kenaikan pajak yang membuat mobil LCGC tak lagi semurah dulu maupun terbenturnya dengan NPL (Non Performing Loan).
Bila NPL terjadi, dalam artian bank mengalami kemacetan kredit masuk. Sehingga mengganggu performa bank dan kestabilan intrest rate yang sudah cukup baik sekarang-sekarang ini. Oleh karenanya, Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM), Fransiskus Soerjopranoto mengucapkan peforma LCGC akan sama dengan tahun lalu, bahkan kemungkinan akan menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Low segment kalau kita mau gerakin bisa saja, tapi itu akan berbenturan dengan NPL (Non Performing Loan)," tambah Soerjo.
Untuk segmen yang bakal seru di tahun depan menurutnya adalah LMPV (Low Multiple Purpose Vehicle) atau mobil serba bisa (keluarga).
"LMPV bakal seru besok. Bila dilihat dari data bulan lalu, Toyota Avanza masih di 10,000, Xpander 4,000, Wuling masuk di angka hampir 2,000. Belum lagi bakal ada Sokon (glory 580) nanti. Saya rasa menarik sih. Ada gula, ada semut," tutup Soerjo. (lth/lth)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini