"Mobil memiliki fitur mode berkendara di jalanan offroad seperti pasir atau salju. Ini bakal menarik buat pasar dimana mobil sport kurang cocok untuk dikendarai di jalanan," ujar analis dari IHS Markit Ian Fletcher, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (6/12/2017).
IHS Markit memprediksi penjualan Urus akan mencapai puncaknya pada 2019 dan 2020 sebesar 2.900 unit, atau setengah dari total penjualan Lamborghini. Lamborghini selama ini menjual mobil-mobil sport seperti Huracan dan Aventador.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mesin konvensional 4.0 liter V8 yang menghasilkan tenaga 650 daya kuda dengan kecepatan 305 km per jam, Lamborghini sudah menyiapkan versi hybrid dari Urus mulai tahun 2020.
"Lamborghini Urus mengangkat SUV ke level yang sebelumnya tidak mungkin dicapai, sebuah Super SUV. Mobil betul-betul sebuah Lamborghini dalam hal desain, performa, dinamika berkendara dan emosi, namun juga bisa dikendarai setiap hari dalam berbagai kondisi," ujar CEO Lamborghini Stefano Domenicali. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM