Jika melihat mesin Terios yang lama, tenaga dan torsi mengalami penurunan. Mesin Terios lama menghasilkan tenaga 109 tenaga kuda dan torsi maksimum 145 Nm.
Daihatsu sengaja menurunkan tenaga mesin rupanya agar emisinya kian kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu faktor kedua Daihatsu memilih mesin tersebut adalah karena mengacu pada keinginan konsumen dari hasil survei yang dilakukan.
"Konsumen menginginkan fuel consumption yang lebih baik, jadi dari pertimbangan power sudah cukup sehingga kita, fokus kepada fuel consumption ini tapi tenaganya tidak akan berbeda dengan yang lama," tutur Pradipto.
Direktur Pemasaran ADM, Amelia Tjandra, menambahkan bahwa bukannya Daihatsu sengaja begitu saja menggunakan mesin dengan tenaga yang lebih rendah dari Terios yang lama. Namun memang Daihatsu selalu mengacu pada keinginan pasar, lewat survei yang mereka lakukan.
"Pada dasarnya mesin yang dihasilkan Daihatsu sangat powerful, tapi kita harus memilih apakah seperti yang lama tapi konsumsi rendah, hasil survei juga mengatakan konsumsi BBM sangat penting, walaupun sedikit performa tapi tetap optimal, jadi semua spek yang kita sediakan sudah memikirkan semua sisi, kalau disetting balik ke powerful bisa tapi lebih boros," jelasnya. (khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Di Indonesia Harga Mobil Terkesan Mahal, Padahal Pajaknya Aja 40%!
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...