Diberitakan Carscoops, kampanye pertama terkait recall C-HR dilakukan pada sekitar 28.600 unit. Hal tersebut karena diduga mobil itu memiliki masalah pada rem elektroniknya. Dikabarkan, sistem keselamatan rem parkir elektronik tidak dilepas atau diaplikasikan dan berdampak pada ketidaksesuaian dengan standar keselamatan federal Amerika Utara.
Baca juga: Ini Bocoran Spek Toyota C-HR untuk ASEAN? |
Perihal masalah tersebut, Toyota akan melakukan pembaruan electronic control unit gratis kepada pemiliknya. Ia akan mengirimkan surat elektronik pada akhir bulan dan mempersilakan mereka agar datang ke diler resmi Toyota terdekat.
Baca juga: Ini Untungnya Mobil Hybrid Menurut Toyota |
Untuk Toyota Prius PHEV atau Plug-In Hybrid, Toyota menarik sekitar 39.900 unit. Penarikan tersebut karena terjadinya kesalahan mode EV, saat kondisi beban tinggi, dan dapat menyebabkan kerusakan sekring. Jika hal tersebut terjadi, mobil bakal menyalakan lampu peringatan dan pesan peringatan.
Bahkan, dalam beberapa kasus, tenaga dari Prius bisa saja berkurang. Lebih jauh dan ekstrem, sistem hibrida bisa saja tiba-tiba mati. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...