Beberapa di antara fitur itu termasuk Lane Tracing Assist (LTA) yang menjaga mobil tetap berada di jalurnya di jalan tol, Lane Change Assist (LCA) yang membiarkan mobil pindah jalur di jalan tol, dan Parking Support Brake yang akan membuat mobil mengerem otomatis saat membaca ada halangan ketika parkir.
Fitur itu sudah dikenalkan di Lexus LS 500h yang dijual di Jepang. Lantas, apakah fitur itu akan dibawa ke Indonesia?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih, pemotor itu sering kali selap-selip di depan mobil. Khawatirnya, sistem pada mobil akan membaca itu sebagai halangan sehingga sulit diterapkan.
"Jadi kami harus melihat situasi sebelum mengenalkan teknologi itu di luar Jepang," ujarnya.
Untuk diketahui, mobil Lexus LS 500h ini bukanlah mobil otonom sepenuhnya. Mobil ini hanya dibekali fitur semi-otonom yang membantu pengemudi. Pengemudi masih sangat dibutuhkan untuk mengendalikan mobil. Kalau dikategorikan, ini menjadi mobil otonom sebagian yang masuk dalam level 2.
"Di mobil ini ada beberapa sensor, radar, dan kamera," ucapnya. (rgr/dry)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit