Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Senin 23 Oktober 2017, 16:03 WIB

Ini Kendala Pembayaran Uang Elektronik di Jalan Tol

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Ini Kendala Pembayaran Uang Elektronik di Jalan Tol Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Akhir bulan ini, bayar jalan tol harus menggunakan uang elektronik. Namun bukan berarti sudah tidak ada kendala yang dihadapi.

Dijelaskan Kepsubbid Operasi & Pemeliharaan II Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat - Badan Pengaturan Jalan Tol, Hadi Supriyanto, isi ulang saldo masih jadi kendala yang sedang dikaji untuk dibenahi.

"Top-up itu yang berada di area jalan tol, kalau top-up di luar banyak kan bisa kayak di mini market," ujarnya kepada detikOto, di SCBD, Jakarta Selatan.

Untuk itu rencananya pihak yang terkait akan menyediakan pengisian ulang di setiap gerbang tol sampai dengan akhir tahun 2017.

"Tapi kan kalau top-up di gerbang kan kita top-up ngasih uang, dan lainnya proses itu justru tidak sejalan dengan yang kita harapkan bahwa bisa lebih cepat. Tapi ini ya sedang proses transisi," tutur Hadi.

Sedangkan untuk gerbang tolnya sendiri kata Hadi, pihaknya dan beberapa pihak terkait lainnya sudah menyiapkannya dengan baik dan siap dioperasikan 100 persen.

"Kita menyebutnya gardu, jadi setiap jalan tol ada gardunya, semua gardu sudah bisa menerima uang elektronik," ujarnya.

Saat ini, menurut Hadi Supriyanto, porsi masyarakat yang masih menggunakan tunai sudah mulai mengecil. "Kami pantau dari monitoring selama ini gerbang yang 100 persen masih ada aktifitas (pembayaran tunai) juga tapi nilainya kecil mungkin 1-2 persen dari traffic," katanya.

Dari data PT Jasa Marga 86% pengguna tol sudah memakai uang elektronik. Sehingga dari hitungan itu, ada 14 persen atau 1,5 juta pengguna jalan tol yang belum menggunakan uang elektronik.

"Sekarang 86 persen lah berarti kan masih 14 persen lagi orang yang belum pakai, nah 14 persen kali jumlah traffic itu kita perkirakan 1,5 juta, dan itu kita bagi ke seluruh Indonesia. Semakin sedikit populasi stok yang kita berikan semakin sedikit, misalnya di Jakarta sudah 90 persen, 10 persennya itu yang kita sediakan," ujarnya.

Pemerintah pun mengajak komunitas mobil agar mereka lebih mengetahui soal aturan ini. "Kali ini kita ajak teman komunitas otomotif dan kita lihat apa si isu yang dekat dengan mereka, dan kita lihat memang E-Toll atau pembayaran non-tunai, jadi kami angkat isu itu disertai proses pembangunan jalan tol," ujar Kasubag Biro Hukum dan Komunikasi Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rendhi Mirad.

"Karena kan pemerintah sendiri lima tahun dari 2015 sampai 2019 punya target 1.000 km jalan tol kan jadi itu kita sandingkan juga jadi teman-teman tahu proses dan perkembangannya," tutur Rudhi.

Ini Kendala Pembayaran Uang Elektronik di Jalan TolFoto: Rachman Haryanto



(khi/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed