Seperti merek asal Italia Ferrari misalnya mau tidak mau mereka hars menciptakan mobil listrik dengan berbagai model dalam waktu beberapa tahun mendatang.
Itu dilakukan seiring dengan pelarangan mobil berbahan bakar konvensional jika tidak mengikuti aturan itu pastinya Ferrari bisa terancam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonas juga meragukan walaupun memiliki merek besar, Ferrari bisa mendapat pengecualian. Hal lainnya adalah mobil listrik seperti Tesla juga bisa berlari kencang walaupun tenaganya listrik. Ferrari setidaknya harus bisa menyaingi produsen asal Amerika Serikat itu.
Seperti merek-merek mobil super pada umumnya, Ferrari pastinya ingin menciptakan mesin yang tak hanya memberikan performa tinggi namun juga suara yang garang. Sementara jika mobil listrik sudah diketahui tak memiliki suara.
"Kami telah bertanya dengan beberapa klien yang memiliki mobil Ferrari apa tanggapan mereka memiliki mobil Ferrari dengan tenaga listrik. Mereka beranggapan masih memiliki Ferrari namun seperti tak asli," jelas Adam.
Ferrari sendiri beberapa waktu lalu tetap enggan merilis mobil listrik. Meski begitu, beberapa line up mobil sudah mengusung teknologi hybrid yang menjembatani mobil biasa dan mobil listrik.
(dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun