Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Rabu 30 Agustus 2017, 16:13 WIB

Mobil Nasional Takkan Jadi Program Pemerintah

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Mobil Nasional Takkan Jadi Program Pemerintah Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo
Jakarta - Wacana mobil nasional hingga saat ini bagai sebuah kisah yang tidak ada ujungnya. Di tengah berkuasanya produsen Jepang, kisah mobil nasional yang sudah digagas sejak 1990-an tidak pernah terjadi.

Bahkan merek mobil nasional asal Malaysia, Proton, yang sering dijadikan acuan dalam proyek mobil nasional pun menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, masih gagal.

"Kita mau buat seperti Malaysia? Apa Proton berhasil? Berapa itu kerugian yang ditanggung perusahaan," ujarnya saat acara "Seabad Industri Otomotif Indonesia", di Jakarta.



Awalnya merek yang sudah diakuisi oleh Geely itu cukup sukses, bahkan Indonesia menjadi salah satu tujuan negara ekspornya.

Namun masalah keuangan yang cukup parah dalam beberapa tahun terakhir menggerogoti kesuksesannya, terutama karena penjualannya yang turun, baik di dalam negeri ataupun luar negeri.

Lantas bagaimana mobil dengan merek nasional akan muncul dan berkembang? Sebelumnya Putu mengatakan, bahwa harus ada kemandirian terkait mobil nasional. untuk itu, saat ini siapa pun bisa membuat mobil nasional.



Sayangnya program mobil nasional ini kata Putu, bukanlah program pemerintah. Sehingga akan semakin sulit rasanya meneruskan kisah mobil nasional Indonesia.

"Pemerintah, memfasilitasi supaya industrinya tumbuh. Supaya kemandirian tumbuh. Jadi jangan bilang ini program pemerintah. Nggak ada lagi. Pemerintah akan memberi apresiasi kepada mereka yang membangun kendaraan itu," katanya.

Meski demikian, tanpa ada dukungan dari pemerintah, ada produsen asli Indonesia, Fin Komodo, yang hingga saat ini telah berdiri dan bertahan selama hampir 12 tahun, dengan segala perjuangannya.

"Dengan pemerintah dulu sudah pernah diskusi. Tapi beliau-beliau bilang, tidak ada program mobil nasional pada saat itu saya bertemu. Saya tidak tahu alasannya kenapa. Waktu itu pemerintah inginnya Indonesia ini biar jadi market base, lalu production base tapi untuk komponen. Tapi saya kasih usulan bahwa Indonesia harus punya prinsipal dulu, nanti komponen-komponen akan mengikuti," kata Presiden Direktur PT. Fin Komodo, Ibnu Susilo, beberapa waktu lalu, di Cimahi.

(khi/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed