"Untuk kami, semakin banyak produk dan tipe yang masuk ke sini (Indonesia) semakin bagus karena semakin banyak pula pilihan konsumennya. Peluang kita akan menjadi besar. Akan tetapi di dalam menggandeng merek baru ini, kita harus melihat kualitas produknya barangnya seperti apa termasuk kualitas after sales service-nya," ujar Stanley Setia Atmadja selaku Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance.
Dirinya juga menambahkan bahwa persoalan akan patokan harga bekas mobil menjadi sorotan penting sebelum bekerja sama dalam pembiayaan kendaraan. "Merek baru juga biasanya belum punya patokan harga sekennya. Inilah yang jadi pertimbangan kita karena resales value itu bisa terjun bebas (harganya)," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tunggu dulu nih perkembangannya seperti apa. Tapi begitu melihat keseriusan mereka, brand image nya bagus, bisa saja kita pertimbangkan," tutupnya. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini