Berapa investasi yang digelontorkan untuk membuat tempat uji KIR oleh APM?
"Tergantung ya, kalau mengikuti investasi yang ideal, yang paling mahal itu brake test (uji rem kendaraan). Investasi itu bisa sampai Rp 2 miliar untuk itu (break test) sendiri," ujar Service Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Tonton Eko Boedianto, kepada wartawan, di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi brake test itu ada roller independen di empat titik (roda), jadi begitu mobil itu direm, masing-masing roller itu mengetes kepakeman rem di masing-masing roda seperti apa," lanjutnya.
"Karena kalau yang satu pakem yang lain tidak, ketika direm kendaraan akan miring, dan kita semua nanti standarnya sama," ungkap Tonton.
Namun saat ini hal tersebut belum dilakukan, masih dalam tahap pengembangan. Untuk itu kata Tonton pemerintah memberi waktu dua tahun kepada para produsen, untuk menyelesaikan semuanya.
Selain itu nantinya, meski pihak swasta atau produsen dapat melakukan uji KIR, tetap akan ada campur tangan pemerintah.
"Jadi enam bulan pertama ini, kita akan melakukan KIR, dan akan memberikan rekomendasi ke orang Dephub (Departemen Perhubungan) yang stay di bengkel kita, nanti mereka yang berhak tanda tangan, dia yang memutuskan lulus atau tidak lulus. Nanti begitu kita sudah bilang itu lulus 100 persen, mereka yang tanda tangan, jadi tanggung jawab dipikul bersama," pungkasnya. (khi/rgr)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat