Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Minggu 14 Mei 2017, 16:20 WIB

Serangan Siber Bikin Pabrikan Otomotif Ini Setop Produksi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Serangan Siber Bikin Pabrikan Otomotif Ini Setop Produksi Foto: Rachman Harianto
Jakarta - Gelombang serangan siber melanda dunia. Bahkan, beberapa pabrikan otomotif pun turut terserang teror siber ini.

Menurut pemberitaan Reuters, beberapa pabrikan besar menjadi korban serangan siber ini. Di antaranya adalah Nissan, Renault dan pabrikan asal Rumania, Dacia.

Akibat kejadian ini, Renault menyetop sementara aktivitas produksi di sejumlah pabrik pada Sabtu (13/5/2017) kemarin. Menurut juru bicara Renault, penghentian sementara aktivitas itu ditujukan untuk mencegah penyebaran serangan siber yang menimpa sistem komputernya.

"Tindakan proaktif telah dilakukan, termasuk penghentian sementara aktivitas industri di beberapa lokasi," kata juru bicara itu.

Begitu juga dengan Dacia. Pabrikan asal Rumania yang dimiliki Renault ini menghentikan sementara aktivitas produksi gara-gara serangan siber ransomware yang menginfeksi sistem komputernya.

"Beberapa produksi Dacia di Mioveni telah dipengaruhi disfungsionalitas sistem IT dan beberapa karyawan diliburkan. Tindakan itu diambil untuk mencegah perluasan disfungsi yang pada prediksi pertama merupakan konsekuensi dari serangan siber global," kata Dacia dalam pernyataannya.

Serangan siber ini juga melanda Nissan di Inggris. Pabrik Nissan di Sunderland, Inggris telah terpengaruh oleh serangan siber.

"Seperti banyak organisasi di dunia, beberapa entitas Nissan baru-baru ini menjadi target serangan ransomware. Tim kami sedang merespons dan tidak ada dampak besar pada bisnis kami. Situasi di pabrik yang mempekerjakan 7.000 orang terus dipantau," kata Nissan dalam sebuah pernyataannya.

Serangan siber ini menggunakan teknik bernama ransomware, jenis virus malware (malicious software) yang berkembang paling cepat. Data dalam komputer di ribuan lokasi yang terkena ransomware, terkunci oleh program yang meminta pemilik untuk membayar US$ 300 dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin, jika 'kunci' itu ingin dibuka. (rgr/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed