Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 11 Mei 2017, 10:23 WIB

Laporan dari Malaysia

Tak Ikuti Tren di Dunia, Indonesia Bisa Kesulitan

Dina Rayanti - detikOto
Tak Ikuti Tren di Dunia, Indonesia Bisa Kesulitan Foto: Rendi Herdiansyah
Kuala Lumpur - Kalau diperhatikan, mobil bertenaga hybrid di Indonesia tak sepopuler seperti di negara tetangga Malaysia ataupun Singapura. Jarang sekali mobil hybrid melintas di jalanan di Indonesia.

Mahalnya pajak yang diberikan karena hybrid dianggap menggunakan 2 mesin sekaligus membuat harganya semakin mahal dibandingkan mobil bertenaga konvensional lainnya.

Saat ini kalau Indonesia mau mengikuti apa yang sedang menjadi tren di dunia, Indonesia sendiri yang bisa mengalami kesulitan. Mobil yang sudah sedemikian canggih harus diubah speknya sedemikian rupa hingga sesuai dengan kondisi di dalam negeri.

Padahal sebenarnya jika mengikuti apa yang menjadi tren di luar sana, pastinya mobil yang beredar di jalanan Indonesia memiliki kualitas yang sama dengan yang ada di luaran serta tak perlu menunggu lama untuk waktu peluncuran dari negara asal mobil tersebut dibuat. Tak perlu lagi melakukan down grade pada kendaraan.

"Produksi Mercy standar udah Euro6, kita masih Euro2, terus sekarang akhirnya Euro4, ditanya kesiapan ya siap Alhamdulillah. Jadi artinya requirement-nya bagus dan itu juga menguntungkan untuk Indonesia karena apa selisih antara (mobil yang di-) launching di Stuttgart sama disini pasti dipangkas," ungkap Deputy Director Marketing Communication Mercedes-Benz Indonesia, Hari Arfianto, di Traders Hotel, Kuala Lumpur, Rabu (10/5/2017) malam.

"Karena apa kita masuk kategori good fuel country kok, mereka punya tim khusus Stuttgart. Jadi fuel-nya udah sesuai sama mobil yang mau dikenalin di satu market, jadi nggak perlu downgrade. Seneng dong, orang nggak perlu biaya tambahan, yang jadi problem Indonesia terus ketinggalan dari market lain kitanya nggak bisa catch up udah dikenalin teknologi baru mobil baru tapi gak bisa masuk ke Indonesia," lanjut Hari.

Menurutnya, keberadaan mobil hybrid di Indonesia sendiri cukup bagus. Mobil yang memiliki 2 tenaga tersebut bisa menjadi pilihan baru bagi konsumen selain juga ramah lingkungan.

"Kalau ngelihat demand ada atau nggak kita gak bicara ayam sama telur mana yang duluan, karena terbukti di Malaysia sama Thailand, mereka nggak nanya demand-nya ada atau nggak, ketika pemerintah memberikan insentif dan kendaraan hybridnya lebih murah dari konvensional langsung shiftingnya luar biasa," tutup Hari. (dry/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed