Namun untuk melahirkan Driving Center seperti di Korea Selatan yang memiliki sirkuit pengujian sendiri. BMW Indonesia pastikan, hal ini baru akan terwujud jika kuota penjualan BMW di Indonesia setara dengan Korea Selatan.
Foto: M Luthfi Andika |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania, di Seoul, Korea Selatan menuturkan strategi apa yang akan dilakukan BMW di Indonesia agar penjualan pabrikan asal Jerman ini semakin meningkat di Indonesia.
"Hal pertama yang kami lakukan adalah dengan meningkatkan Brand Awardness, memberitahukan kelebihan apa saja yang dimiliki BMW, teknologi kedepannya seperti apa, serta komunikasi kepada konsumen akan manfaat untuk konsumen jika memiliki BMW," ujar Jodie.
Namun Jodie pastikan, hal itu baru bisa terwujud dengan bantuan pemerintah. Seperti meningkatnya infrastruktur dan peraturan yang konsisten dari pemerintah. Karena dengan konsistennya pemerintah dalam menerapkan peraturan bisa ikut mendukung penjualan BMW di Indonesia.
"Selanjutnya infrastruktur yang memadai, seperti pembangunan jalan-jalan baru tidak hanya perbaikan jalan. Agar bisa mengurangi kemacetan seperti di Jakarta, karena 75 persen penjualan BMW Indonesia berada di JABODETABEK," katanya.
"Serta adanya dukungan pemerintah, terutama untuk industri kendaraan premium. Seperti komponen lokal untuk kendaraan premium, itu tidak mudah. Dan peraturan yang tidak berubah-ubah dan konsisten. Seperti hybrid dan LCEV, saat ini belum ada yang mengatur dengan jelas," tambahnya. (lth/ddn)












































Foto: M Luthfi Andika
Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas