Dilansir Caradvice, Rabu (12/4/2017), CEO Mercedes-Benz, Dieter Zeche mengatakan pada awalnya teknologi fuel cell memberikan banyak keuntungan. Namun semakin hari tak terlalu menguntungkan dan juga semakin mahal.
"Biaya baterai menurun dengan cepat namun teknologi hidrogen semakin mahal. Meski menjadi salah satu yang cukup baik, namun kelangsungan hidup hidrogen dapat terjamin lewat energi terbarukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil listrik tersebut bakal dijual di bawah merek EQ dengan produk pertamanya di 2019. Dengan emblem EQC, model tersebut bakalan berbentuk SUV pada model crossover GLC.
Namun meski begitu, Mercy masih akan meluncurkan mobil versi fuel cell di model GLC di akhir 2017 atau di awal 2018. GLC fuel cell itu rencananya akan tersedia untuk konsumen fleet. (dry/lth)











































Komentar Terbanyak
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Populasi Meningkat, Muncul Usulan Mobil Listrik Kena Pajak Tahunan