Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 11 Apr 2017, 08:26 WIB

LCGC, Mobil Harga Terjangkau yang Semakin Mahal

Rangga Rahadiansyah - detikOto
LCGC, Mobil Harga Terjangkau yang Semakin Mahal Foto: detikOto
Jakarta - Pada 2013 lalu, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mengeluarkan peraturan soal Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau Low Cost Green Car (LCGC). Melalui Permenperin No. 33/M-IND/PER/7/2013, harga maksimal LCGC dibatasi.

Permenperin No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau mengatur, harga LGCC sebelum pajak daerah, bea balik nama (BBN) dan pajak kendaraan bermotor (PKB) setinggi-tingginya Rp 95 juta. Kini, harga LCGC sudah ada yang mencapai Rp 150 jutaan on the road Jakarta.

Berikut daftar harga mobil-mobil LCGC dari 5 produsen mobil asal Jepang saat ini. Harga ini adalah harga on the road DKI Jakarta dan sekitarnya.

- Toyota Agya: mulai Rp 127,6 juta sampai Rp 151,9 juta.
- Toyota Calya: mulai Rp 134,6 juta sampai Rp 152,15 juta.
- Daihatsu Ayla: mulai Rp 92,55 juta sampai Rp 146,25 juta.
- Daihatsu Sigra: mulai Rp 108,9 juta sampai Rp 149,65 juta.
- Honda Brio Satya: mulai Rp Rp 131,5 juta sampai Rp 151,5 juta.
- Suzuki Karimun Wagon R: mulai Rp 105 juta sampai Rp 135 juta.
- Datsun GO Panca: mulai Rp 108,3 juta sampai Rp 113,8 juta.
- Datsun GO+ Panca: mulai Rp 98,7 juta sampai Rp 122,55 juta.

Sebagai pembanding, berikut detikOto sajikan harga LCGC pada saat pertama kali diluncurkan oleh masing-masing pabrikan.

- Toyota Agya (diluncurkan 2013): mulai Rp 99,9 juta hingga Rp 120,75 juta.
- Toyota Calya (diluncurkan Agustus 2016): mulai Rp 129,65 juta sampai Rp 150 juta.
- Daihatsu Ayla (diluncurkan 2013): mulai Rp 76 jutaan hingga Rp 106 jutaan.
- Daihatsu Sigra (diluncurkan Agustus 2016): Rp 106,6 juta sampai Rp 148,9 juta.
- Honda Brio Satya (diluncurkan 2013): mulai Rp 106 juta hingga Rp 117 juta.
- Suzuki Karimun Wagon R (diluncurkan 2013): mulai Rp 77 juta hingga Rp 99,9 juta.
- Datsun GO Panca (diluncurkan 2014): mulai Rp 96 juta sampai Rp 101 juta.
- Datsun GO+ Panca (diluncurkan 2014): mulai Rp 85 juta sampai Rp 102,9 juta.

Dalam Permenperin No. 33/M-IND/PER/7/2013 memang tertulis bahwa produsen LCGC dibolehkan menaikkan harga jual setiap tahun. Ada beberapa acuan dalam menyesuaikan harga LCGC yaitu indikator ekonomi yang dicerminkan dengan besaran inflasi, nilai tukar rupiah dan/atau harga bahan baku.

Selain itu, harga LCGC dengan transmisi otomatis dan fitur-fitur pengaman penumpang juga boleh disesuaikan. Untuk LCGC bertransmisi otomatis boleh lebih mahal maksimal 15 persen dan LCGC yang menggunakan teknologi pengaman penumpang boleh lebih mahal maksimal 10 persen.

Lantas, sampai batas mana harga LCGC bisa naik? Berapa batas harga maksimal LCGC saat ini?

Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso mengatakan, pihaknya tidak bisa menyebutkan batas harga maksimal LCGC saat ini. Dia menegaskan, harga maksimal LCGC itu sudah diatur oleh pemerintah. Tinggal apakah produsen ingin menetapkan harga semaksimal yang diatur pemerintah atau mengatur harga di bawah harga maksimal itu.

"Itu tergantung dari kompetisi market. Kalau kita punya batas atas sekian, tapi kita lihat kompetisi, kita kan enggak harus mentokin ke batas atas itu. Kalau kita manfaatkan sampai batas atasnya, tapi kita enggak bisa kompetisi, ya kita kalah bersaing. Kalau Daihatsu ini, seingat saya, masih ada space sedikit tidak sampai batas atas. Ya itu tadi, kalau pemerintah bilang kita bisa sampai batas atas, tapi kan kita lihat kompetisinya," kata Hendrayadi kepada detikOto.

Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra juga mengatakan hal serupa. Menurut dia, sebagai produsen LCGC, pihaknya harus mengikuti batas harga yang sudah diatur pemerintah.

"Kalau tidak mengikuti, maka kami harus keluar dari program KBH2 dong. Jadi, semua harga (LCGC) kami masih masuk dalam batas yang sudah ditentukan pemerintah," ujar Amel.

Executive General Manager Vehicle Sales Operation Sub Directorate PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, biasanya harga LCGC naik karena mengikuti inflasi dan tidak boleh lompat jauh dari inflasi. Itu merupakan komitmen produsen LCGC kepada pemerintah.

"Kalau inflasi naik, kita enggak boleh jump dari inflasi. Misalnya inflasi tahun lalu 5-6 persen, kita sekarang kasih 4,4 persen untuk yang Agya baru. Jadi enggak serta merta kita selaku produsen mau langsung ambil. Kita juga punya komitmen ke pemerintah supaya harganya enggak naik gila-gilaan. Tapi pemerintah bisa mengerti, naik harga kalau di bawah inflasi," ujar Soerjo. (rgr/lth)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed