"Harga basis (paling rendah) Rp 90 juta, kalau harga basis tinggi pada yang jualan. Harga tergantung pilihan dari konsumen," ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato, kepada wartawan, di Karawang, Senin (10/4/2017).
Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sudirman M R menambahkan harga tersebut dirasa wajar, selain harga Rp 150 juta untuk varian tertinggi, juga karena adanya penambahan komponen, dan penambahan biaya lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Sudirman, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Elmate) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, penambahan komponen yang menjadikan harga mobil KBH2 mencapai Rp 150 juta, dirasa wajar, dan menguntungkan.
"Ketimbang dia nambah sendiri, ditawarkan opsi itu dari awal, sehingga menjadi tanggung jawab si penjual (pabrikan) kalau rusak. Kalau nambah sendiri kalau rusak penjualannya nggak mau tanggung jawab karena kan si konsumen nambah sendiri (di luar bengkel resmi)," tambahnya.
Putu juga tidak menampik adanya kemungkinan, jika nantinya harga mobil KBH2 akan melonjak lagi. "Ya harganya segitu terus, asal inflasi nggak naik ya harga jualnya nggak naik. Ini kan ikuti inflasi," tutupnya.
(khi/dry)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek