"Sedikit bocorannya ini adalah salah satu kendaraan paling irit Suzuki," ujar 4W Marketing Head of Brand Development & Marketing Research, SIS, Harold Donnel di Jakarta.
Jika pemerintah mengubah skema perpajakan menjadi berbasis emisi karbon dalam Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) diterapkan, Ignis bisa masuk kategori tersebut. "Seribu persen yakin bisa ajuin LCV. 1:20 yakin," kata Harold.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak bisa bilang bener. Tapi itu jadi referensi aja segituan," ungkapnya.
Meski tidak dapat menjelaskan secara rinci, lebih lanjut Harold memaparkan, Ignis anyar akan lebih baik dari model sebelumnya. "Teasernya lebih baik dari yang ditampilkan kemarin. Misalnya kemarin tujuh sekarang nilainya delapan. Fitur ada beberapa sematkan dari yang kita tampilkan di 2016. Style ada, kenyamanan ada, gengsi ada," paparnya.
Mobil yang rencananya akan diboyong dari India itu kabarnya akan disokong dengan mesin bensin 4-silinder 1.2 liter. Mesin yang sama juga disematkan pada Suzuki Baleno anyar. Mesin menghasilkan tenaga 82 tenaga kuda dan torsi puncak 113 Nm. (khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?