"TAM (PT Toyota-Astra Motor bekerja sama dengan fleet customer, tidak hanya taksi online, tapi taksi non-online seperti Blue Bird, Express merupakan customer fleet kami juga," kata Executive General Manager Vehicle Sales Operation Sub Directorate PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto, kepada detikOto.
"Untuk taksi online, kami bekerjasama dengan manajemen/perusahaan taksi online seperti Uber. Kami tidak pernah membedakan perlakuan ke perusahaan-perusahaan yang merupakan customer fleet kami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk berapa unitnya, Soerjo mengaku belum mendapatkan angka pasti. "Jumlah unit sedang kami hitung, karena pengambilannya dilakukan secara pribadi dan tersebar di seluruh outlet Toyota," katanya.
Lalu saat dikonfirmasi apa sih yang menjadi tujuan Toyota dalam menjalin kerjasama dengan pengusaha taksi online, Toyota menyebutkan tidak ada tujuan khusus. "Kami senantiasa melayani permintaan seluruh pelanggan kami. Tidak terkecuali pelanggan fleet seperti pengusaha taksi online," tambahnya.
Khusus untuk tarif taksi online, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan tarif taksi online akan disesuaikan melalui aturan baru pemerintah mulai berlaku pada 1 April 2017. Tarif baru tersebut mengacu pada penetapan batas atas dan batas bawah pada taksi berbasis daring.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Pudji Hartanto, mengungkapkan dengan aturan baru yakni revisi Peranturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016, sehingga tarif antara taksi online dengan konvensional tak akan berbeda jauh alias beda tipis.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?