"Proyeksi Tata Motors di 2017? Kami selalu melakukan yang terbaik, tapi tahun lalu memang sangat berat untuk semua pabrikan dan target kami. Tahun ini kami akan berusaha untuk menambah penjualan kami, tapi tantangan terberat kami ialah bagaimana untuk lebih memperkenalkan kembali brand Tata Motors. Karena banyak yang tidak mengetahui tentang kami. Saat bicara tentang Tata Motors, hanya ada sekitar 40 persen yang mengetahuinya di Indonesia. Jadi terlalu dini kalau saya bicara soal target penjualan kami," ujar Marketing Director (Distribution Head) PT Tata Motors Distribusi Indonesia Pangkaj Jain.
Untuk memperkuat merek dan lebih dikenal Tata akan memperkenalkan produk terbaru dari semua segmen dan memberi kesempatan untuk konsumen mencoba seluruh varian Tata Motors.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pangkaj pun sadar, untuk bisa lebih dikenal di Indonesia. Tata Motors membutuhkan kendaraan penumpang.
"Untuk lebih dikenal membutuhkan mobil penumpang? Ya benar, saya mengetahui tentang hal itu. Tapi kami memiliki fokus, kami punya kebijakan dari prinsipal kami. Kalau kami membawa semuanya, itu terlalu banyak. Kami memiliki kendaraan penumpang (di India-Red), Tapi kami lebih memfokuskan pada kendaraan komersial. Karena komersial lebih memiliki peluang buat kami, produk kami sudah mendunia (komersial). Dan Indonesia memiliki peluang besar pada market ini," ujar Pangkaj.
"Kami selalu menunggu waktu yang tepat dengan memperkenalkan produk yang tepat yang disesuaikan dengan Indonesia, tidak semerta-merta langsung membawa kendaraan dari India ke Indonesia. Tapi kami lebih memilih memperkenalkan kendaraan yang tepat, di waktu yang tepat dan sesuai dengan Indonesia," tambah Pangkaj.
Pangkaj juga mengatakan di 2017, setidaknya Tata Motors akan menambah jaringan mereka hingga 5 diler.
"Kami sudah melakukan yang terbaik, total diler kami sudah mencapai 20 diler. Tahun lalu kami hanya menambah 1 diler, kenapa? Karena market tahun lalu tengah menurun, jadi bukan waktu yang tepat (untuk menambah jaringan-Red), tapi market tahun ini meningkat," ucap Pangkaj.
"Tahun lalu komersial turun 20 persen, tapi tahun ini 3-4 bulan terakhir sudah mulai membaik bahkan naik 25 persen. Dan kami terus merencanakan strategi untuk bangkit, karena perekonomian Indonesia dan pertambangan juga meningkat. Oleh karena itu kami akan menambah 4-5 diler. Diler ini untuk menunjang pertumbuhan mobil komersial kami," tambahnya. (lth/ddn)













































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Asal Usul Mobil Porsche Pakai Pelat Dinas Kemhan, Ngakunya dari Orang Tua
Cara Malaysia Kurangi Mobil Tua: Kasih 'Duit' buat Ganti Mobil Baru