Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas, di Denpasar Bali, mengatakan mobil pedesaan difokuskan untuk mengutamakan torsi. Jadi bukan kecepatan.
"Teknologinya akan dibantu para ahli, apakah dari IOI atau dari akademisi, pokoknya teknologi akan disempurnakan. Baik dari terhadap safety, terhadap lingkungan, karena kecepatannya tidak boleh dari 100 km/jam, malah kalau bisa 70-km/jam, tapi tenaga atau torsinya dibesarkan. Bahkan bisa mengangkat berat hingga 1 ton," kata Made.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik