Karena sifatnya yang terbuka (open source) mobil pedesaan bisa dikembangkan juga oleh produsen mobil. Meski begitu mobil pedesaan tetap jadi milik Indonesia dan bukan milik prinsipal sebuah produsen tertentu.
Hal tersebut ditegaskan Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas, di Denpasar Bali, Rabu (8/3/2017). Made sendiri saat ini tercatat menjadi Direktur Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Made mengatakan generasi kedua dari mobil pedesaan ini, akan memiliki 2 varian. "Generasi kedua tengah dibuat prototipe, ada prototipe 2A dan 2B. Untuk prototipe 2A, akan dibantu dengan teman-teman pensiunan dari IOI dan team, dan ada juga ada teman-teman dari Toyota, Suzuki, Daihatsu, Hino dan lain-lainnya. Tapi para pesiunan," katanya.
"Prototipe 2B, sedang dipelajari oleh IOI tapi dibantu oleh teman-teman dari Toyota. Tentu teman-teman yang lain bisa membantu juga. Karena konsep kendaraan ini kalau bisa prinsipalnya lokal, jadi untuk kepemilikan bangsa Indonesia, bukan milik prinsipal," tambahnya.
Sehingga, lanjut Made. Jika ada pabrikan yang ingin berperan atau ingin ikut membantu melahirkan mobil pedesaan, IOI akan sangat senang menerimanya.
"Kalau ada yang ingin berperan ya silahkan, bilang kepada Kemenperin, nanti IOI mendapat mandat, baru IOI akan menggarapnya. Ya bisa kasih teknologinya (transfer), kasih prototipenya nanti kita kerjakan. Tapi nanti dibantu juga oleh pemasok-pemasok mereka juga, jangan nanti dilepas," kata Made.
Dia menambahkan mobil pedesaan akan diproduksi paling cepat tahun depan. "Tahun ini transisi, karena kan berkejaran dengan waktu. Akan ada juara satu, dua, tiga dan ini akan menjadi varian," tambahnya. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta