'Kalau Tergantung Asing, Sampai Kapan pun Mobnas Takkan Ada'

Geliat Mobil Nasional

'Kalau Tergantung Asing, Sampai Kapan pun Mobnas Takkan Ada'

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 09 Mar 2017 08:11 WIB
Kalau Tergantung Asing, Sampai Kapan pun Mobnas Takkan Ada
Foto: Rangga Rahadiansyah
Cimahi - PT Fin Komodo Teknologi produsen mobil tangguh untuk segala medan bertahan sendiri tanpa dukungan pemerintah. Produsen mobil asli dari Cimahi ini berharap, Indonesia tak tergantung dengan budaya asing.

"Saya masih belum tahu pemerintah ini mau membuat mobil atau membuat industri otomotif. Kalau mau membuat industri otomotif, apakah pakai budaya asing atau budaya kita? Kalau Fin Komodo itu sudah jadi budaya kita sendiri. Kalau sudah pakai budaya asing, maka kita tidak akan pernah mendapatkan industri tadi, bukan punya kita sendiri maksudnya," kata Presiden Direktur PT Fin Komodo Teknologi, Ibnu Susilo saat berbincang dengan detikOto di kantor pusat PT Fin Komodo Teknologi di Cimahi, Jawa Barat.

Yang dimaksud budaya sendiri, kata Ibnu, adalah bagaimana metodenya membangun sebuah industri. "Misalnya, Anda ingin jadi dewasa di Indonesia atau dari didikan asing?" ucap Ibnu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya, (kalau pakai budaya sendiri) insinyur kita bisa mempunyai paten sendiri, lalu Indonesia punya industri sendiri yang akan menjaga devisa Indonesia. Itu menyambungkan aplikasi industri yang benar-benar kita miliki, dengan tenaga kerja yang sudah ada di Indonesia semuanya, lalu sistemnya, ownershipnya," lanjutnya.

Jika tetap pakai budaya asing, kata Ibnu, maka sampai kapan pun Indonesia tidak memiliki mobil nasional asli buatan sendiri, meski menggunakan komponen lokal yang banyak.

"Walaupun konten lokal 80 persen lebih, tapi tetap saja uang kita akan kita setor ke asing, dan Indonesia kita tidak akan punya mobil sendiri. Sampai kapan pun kalau ke asing terus kita tidak akan pernah punya mobil Indonesia," ujar Ibnu. (rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads