"Market mobil premium di Indonesia tahun ini cukup sengit. Tidak hanya ada Porsche, tapi juga kita bisa lihat Maserati, Rolls-Royce, dan lain lain. Tapi saya rasa untuk 2017 kami cukup optimistis kami cukup yakin dengan kondisi ekonomi yang mulai membaik," ujar Choi pada detikOto di Jakarta.
Lebih lanjut Choi mengatakan bahwa saat ini orang-orang mulai banyak mencari produk yang unik dengan tampilan yang menarik. Hal inilah yang coba diusung oleh mobil-mobil Porsche saat ini. "Kami rasa pasar kini sangat potensial. Kami juga sudah memiliki basis data konsumen dan melihat bagaimana kecenderungan konsumen saat ini, apa yang mereka inginkan," tambanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanyai lebih jauh mengenai angka spesifik untuk target unit, seperti biasa Choi tidak bisa memberikan jawaban pasti. Akan tetapi, nada optimis ia tunjukkan ketika membahas salah satu program yang mereka andalkan tahun ini, Porsche Driving Center.
"Kita sudah sampai di pengujung bulan Februari, berarti masih ada sepuluh bulan lagi di tahun ini, dan kita akan berusaha. Cara utama yang kita akan gunakan adalah dengan memberikan pelanggan pengalaman berkendara dengan Porsche, melalui test drive. Contohnya, kami punya Driving Center di Sentul. Permanent Driving School. Seperti yang kita juga miliki di Sepang, Malaysia. Jadi inilah kuncinya. Kita mengajak masyarakat merasakan pengalaman berbeda mengendarai mobil Porsche," jelas Choi.(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu