Seperti yang disampaikan Sekjen DPP Organda, Ateng Haryono, kepada detikOto.
"Kalau dibilang, kita akan loyal dengan aturan apa pun setelah itu ditetapkan. Hanya saja itu perlu dipertimbangkan, kita kan bergerak di industri pelayanan dan ini harus didukung dengan kenyamanan penumpang," kata Ateng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ateng juga menambahkan jika memang LCGC diperbolehkan menjadi taksi online, Organda malah senang-senang saja. Karena artinya investasi Organda itu bisa lebih murah.
"Kita sih senang-senang saja, karena investasi kita lebih murah. Tapi kalau atas nama kenyamanan konsumen kan berbeda. Kalau ada yang memilih itu ya silakan, takutnya ini tidak dipilih (oleh konsumen-Red). Karena kita harus menghargai konsumen," tambahnya. (lth/rgr)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi