Setidaknya itulah yang dikatakan produsen mobil asal Munich Jerman, BMW di Indonesia.
"Di 2030 terlalu cepat? Kalau dilihat dari trend di dunia, penggunaan mobil listrik (termasuk hybrid-Red) itu sudah sangat tinggi, tumbuh secara signifikan. Jadi menurut saya 29 persen itu masih masuk akal, dan perlu diingat penurunan 29 persen ini bukan hanya dari otomotif ya," ujar Vice President Corporate Communications, BMW Group Indonesia, Jodie O'tania, di kantor Kemenperin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, BMW mengatakan untuk bisa mengurangi emisi karbon CO2 dari sektor otomotif itu banyak sekali caranya.
"Tapi banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk mengurangi emisi, banyak inisiatif (bisa dari bahan bakar, mobil listrik, mobil hybrid, dan lain-lainnya-Red)," ujarnya. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya
Viral BYD Atto 1 Motong Lajur, Diklakson Panjang Nggak Terima Malah Mukul
Kenapa Perpanjang STNK 5 Tahunan Harus ke Samsat?