Sistem hybrid ringan Ertiga Diesel ini memiliki fitur Idle Stop/Start System, Brake Energy Regeneration, Torque Assist Function. Fungsi-fungsi itu membutuhkan peran dari baterai yang besar 70 Ah.
Ketika Idle Stop/Start System, baterai bertugas memberikan energi agar kelistrikan mobil tetap aktif. Dan ketika Torque Assist Function aktif, Integrated Starter Generator memanfaatkan energi dari baterai untuk berperan sebagai motor demi memberikan tenaga dorong lebih sehingga beban mesin sedikit berkurang tapi putaran mesin ringan dan mendukung efisiensi bahan bakar. Sementara brake energy regeneration bertugas untuk menangkap energi, untuk men-charge ulang energi listrik dan disimpan di aki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara durability test, kita sudah cek sampai 90 ribu km itu satu kali ganti. Artinya kalau seandainya komposisi tahun dengan simulasi setiap hari dipakai itu kurang lebih 1,5 sampai 2 tahun. Itu asumsi kita," kata Harold menjawab pertanyaan detikOto di sela test drive Ertiga Diesel Hybrid di Bogor, Jawa Barat.
Tapi, jangka waktu itu tidak baku. Tergantung pemakaiannya, umur baterai tersebut bisa jadi lebih cepat.
"Seandainya mobil dipakai pas weekend doang, itu akan membuat masa akinya lebih pendek, karena jarang dipakai," ujar Harold. (rgr/ddn)










































