Pemerintah menantang industri otomotif untuk menurunkan emisi. Pemerintah pun mulai membuka diskusi dengan para produsen terkait. Dalam kesempatan ini turut hadir juga dari berbagai Asosiasi Industri otomotif seperti perwakilan Gaikindo dan AISI. Tidak lupa Institut Otomotif Indonesia (IOI) dan perwakilan dari Universitas Gadjah Mada juga turut hadir.
"Yang belum ada itu, kendaraan ini (di Indonesia-Red) mau berkontribusi berapa persen, ini belum ada. Makanya kita buat Focus Group Discussion (FGD) seperti itu tadi. Kedua, kalau kita sudah tahu mau menurunkan emisi gas buang, berapa persen yang kan kita turunkan. Lalu bagaimana cara menurunkannya itu? Artinya kendaraan yang diproduksi mulai kapan, akan beremisi rendah," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Putu di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan ini, Kemenperin kali ini menunjuk BMW Group sebagai perwakilan dari pabrikan otomotif. Untuk memberi masukan kebijakan apa yang menjadi kebutuhan, agar pabrikan bisa memproduksi kendaraan emisi CO2 rendah.
"BMW Group menaruh perhatian besar pada penurunan gas karbon dioksida kedepannya, termasuk di Indonesia. Dari tahun 1995 sampai 2015 BMW telah berhasil mengurangi kadar emisi CO2 dari penjualan kendaraan di Eropa hingga 40 persen, karenanya kami secara konsisten berada di puncak Dow Jones Sustainability Index selama 10 tahun berturut-turut," ujar Vice President Corporate Communications, BMW Group Indonesia, Jodie O'tania.
"Kami yakin dengan berpartisipasi aktif dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Kementrian Perindustrian hari ini adalah wadah yang tepat bagi kami untuk berbagi praktik kegiatan kami di negara lain," tambah Jodie.
Pada COP21 di Paris Desember 2015 ditetapkan rencana aksi global untuk menghindari perubahan iklim yang berbahaya, dengan membatasi peningkatan suhu bumi di bawah 20 celcius.
Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% sampai dengan tahun 2030 melalui berbagai upaya dan strategi, dan diprediksi dapat mencapai angka 41% apabila mendapatkan dukungan dari pihak di luar Indonesia.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih