Pemerintah Tantang Produsen Otomotif Turunkan Emisi

Pemerintah Tantang Produsen Otomotif Turunkan Emisi

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 09 Feb 2017 10:25 WIB
Pemerintah Tantang Produsen Otomotif Turunkan Emisi
Pengujian emisi kendaraan (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Indonesia sudah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dioksida sampai 29 persen pada 2030 sesuai perjanjian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB tentang Perubahan Iklim (Conference of Parties/COP) ke-21.

Pemerintah menantang industri otomotif untuk menurunkan emisi. Pemerintah pun mulai membuka diskusi dengan para produsen terkait. Dalam kesempatan ini turut hadir juga dari berbagai Asosiasi Industri otomotif seperti perwakilan Gaikindo dan AISI. Tidak lupa Institut Otomotif Indonesia (IOI) dan perwakilan dari Universitas Gadjah Mada juga turut hadir.

"Yang belum ada itu, kendaraan ini (di Indonesia-Red) mau berkontribusi berapa persen, ini belum ada. Makanya kita buat Focus Group Discussion (FGD) seperti itu tadi. Kedua, kalau kita sudah tahu mau menurunkan emisi gas buang, berapa persen yang kan kita turunkan. Lalu bagaimana cara menurunkannya itu? Artinya kendaraan yang diproduksi mulai kapan, akan beremisi rendah," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Putu di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini upaya menyusun roadmap supaya emisi CO2 bisa ditekan sampai 2030. Memang dari otomotif atau kendaraan yang diproduksi Indonesia, bisa memberikan kontribusi penurunan emisi CO2. Berdasarkan COP21 Indonesia punya komitmen menurunkan CO2 hingga 29 persen pada 2030," katanya.

Dalam kesempatan ini, Kemenperin kali ini menunjuk BMW Group sebagai perwakilan dari pabrikan otomotif. Untuk memberi masukan kebijakan apa yang menjadi kebutuhan, agar pabrikan bisa memproduksi kendaraan emisi CO2 rendah.

"BMW Group menaruh perhatian besar pada penurunan gas karbon dioksida kedepannya, termasuk di Indonesia. Dari tahun 1995 sampai 2015 BMW telah berhasil mengurangi kadar emisi CO2 dari penjualan kendaraan di Eropa hingga 40 persen, karenanya kami secara konsisten berada di puncak Dow Jones Sustainability Index selama 10 tahun berturut-turut," ujar Vice President Corporate Communications, BMW Group Indonesia, Jodie O'tania.

"Kami yakin dengan berpartisipasi aktif dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Kementrian Perindustrian hari ini adalah wadah yang tepat bagi kami untuk berbagi praktik kegiatan kami di negara lain," tambah Jodie.

Pada COP21 di Paris Desember 2015 ditetapkan rencana aksi global untuk menghindari perubahan iklim yang berbahaya, dengan membatasi peningkatan suhu bumi di bawah 20 celcius.

Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% sampai dengan tahun 2030 melalui berbagai upaya dan strategi, dan diprediksi dapat mencapai angka 41% apabila mendapatkan dukungan dari pihak di luar Indonesia.

(lth/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads