Head of Brand Development & Marketing Research 4W PT SIS, Harold Donnel mengatakan, pihaknya tidak menyarankan penggunaan bahan bakar diesel dengan cetane di bawah 51. Konsekuensinya, filter bahan bakar harus sering-sering diganti.
"Konsekuensinya ya harus ganti fuel filter. Karena kan kadar cetane number menghasilkan variabel-variabel lain, sulfur beda dan sebagainya. Jadi dia enggak membakar secara sempurna. Cetane number 51 kita sarankan karena secara engine dia yang paling halus. Dan cetane number 51 juga potensi kerusakan paling minim," kata Harold kepada detikOto di sela test drive Ertiga Diesel Hybrid di Bogor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketahuannya di fuel filter bisa dilihat seperti ada kerak-kerak. Ganti fuel filter kan juga lumayan harganya. Technically enggak ada masalah (kalau menggunakan bahan bakar cetane di bawah 51), cuma garansi aja. Di mesin juga kelihatan sih. Teman-teman aftersales bisa nemuin mesin yang memakai cetane 51 atau bukan," ujar Harold.
Memang, Harold mengakui bahwa penyebaran bahan bakar diesel dengan cetane 51 belum merata di Indonesia. "So far penyebaran Pertadex di serluh SPBU se-Indonesia kurang lebih 30 persen. Sehingga kami menyarankan sampai ketemu Pertadex ya diisi lagi Pertadex. Tapi kalau di Jawa sih banyak," katanya.
Jika melihat spesifikasinya, Ertiga Diesel ini disarankan menggunakan Pertamina Dexlite dengan cetane 51. Pertamina Dex dengan cetane 53 akan lebih baik lagi. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Prabowo Minta Pindad Bikin Mobil Presiden Khusus buat Sapa Rakyat
Bayar Pajak STNK Tanpa KTP Pemilik Lama, Wajib Isi Formulir Balik Nama