"Kami akan dukung penuh untuk membangun mobil pedesaan bersama pemerintah," kata Warih kepada detikOto.
Namun sayang Warih masih belum bisa membocorkan, untuk mobil pedesaan ini apakah akan menggunakan mesin baru yang khusus atau menggunakan mesin yang selama ini sudah ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pemerintah mengatakan akan melibatkan beberapa pihak untuk terlibat dalam produksi mobil pedesaan. Karena sifatnya open source, pemerintah hanya memiliki desainnya saja dan pihak lain diperbolehkan untuk memproduksi sendiri.
Niatan pemerintah menggandeng Toyota dan Daihatsu ini disampaikan oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), I Gusti Putu Suryawirawan.
"Kami lagi coba untuk kerja sama dengan Toyota dan Daihatsu, mereka kan jual kendaraan terbanyak, terutama komponen kritikal seperti mesin dan transmisi," ujar Putu.
Putu belum bisa memastikan komponen dari produsen mobil asal Jepang itu bakal lebih murah karena untuk program pemerintah. Tapi yang jelas, mobil pedesaan ini bukan didesain untuk kepentingan komersil, namun dipakai untuk membawa alat mesin pertanian. Misalnya, mesin perontok padi atau mesin penggiling biji-bijian.
(lth/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Usulan Biar Pemprov DKI Tetap Dapat Pemasukan meski Pajak EV Rp 0