Perkuat Layanan Purnajual Jadi Strategi Nissan di 2017

Perkuat Layanan Purnajual Jadi Strategi Nissan di 2017

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sabtu, 28 Jan 2017 11:15 WIB
Perkuat Layanan Purnajual Jadi Strategi Nissan di 2017
Foto: Nissan Motor Indonesia
Jakarta - Nissan Motor Indonesia (NMI) percaya industri otomotif di Indonesia bakal tetap tumbuh. Merek asal Jepang ini tidak hanya fokus pada produk untuk menjalani bisnis 2017, ada juga program lain yang disiapkan.

"Kami masih percaya bahwa industri otomotif tetap tumbuh. Ya memang beberapa ada pertanyaan soal situasi politik, tapi kami pikir itu hanya dalam jangka pendek. Saya pikir tahun ini penjualan (mobil semua merek di Indonesia) tidak jauh dari 1,1 juta unit. Segmen yang diminati masih sama. LCGC tetap menjadi segmen yang tumbuh, crossover juga masih tumbuh dan MPV tentunya masih menjadi segmen terbesar. Itu tidak akan berubah secara signifikan di 2017," kata Presiden Direktur NMI, Antonio 'Toti' Zara di Jakarta, Jumat (27/1/2017) malam.

Nissan: Biaya STNK cs Naik, Harga Mobil Tambah Mahal Setengah Juta

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Toti tidak memprediksi adanya pertumbuhan signifikan di 2017 ini. Pada tahun ini, Nissan ingin mempertahankan posisi pangsa pasar di Indonesia.

"Kami akan tetap memastikan ketersediaan produk, dan kami bekerja keras untuk mempertahankan pangsa pasar kami di 2017 dibanding 2016," kata Toti.

Strateginya adalah dengan memperkuat layanan purnajual dan layanan konsumen. Menurut Toti, itu adalah fokus Nissan untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

Mobil Nissan Datsun Gratis Biaya Jasa Servis Sampai 50.000 Km

"Bulan ini kami mengumumkan program purnajual kami, karena merupakan salah satu program yang penting. Kami mengumumkan program gratis biaya servis sampai dengan 50.000 km. Dari program ini, kami akan menjadi merek dengan cost of maintanance yang paling terjangkau sampai 100.000 km. Itu mematahkan pandangan bahwa biaya perawatan Nissan-Datsun itu mahal. Tapi kenyataannya, kami tidak mahal dan kami akan membuktikan itu dengan memperkenalkan program baru. Ini akan menjadi program pertama dari banyak program di tahun ini," ujar Toti. (rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads