"Double cabin marketnya ada tapi menurut kami sangat kecil, jadi ada studi internal kami tapi belum masuk ke pasar double cabin," kata Direktur Marketing 4W PT SIS, Donny Saputra di Jakarta.
Menurut Donny, di Indonesia segmen double cabin diminati oleh orang-orang yang ingin lebih bergaya bukan membelinya karena fungsi mobil itu sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kedua walaupun double cabin tapi lebih ke arah kendaraan yang 'harganya mahal' merek-merek tertentu karena mereka lebih lifestyle bukan fungsional," sambung Donny.
Meski begitu, kata Donny banyak juga beberapa pihak yang mengubah tampilan pikapnya menjadi double cabin dengan cara karoseri.
"Kalau ditanya pikap ada rencana double cabin kita sejauh ini nggak, tapi dikaroserikan ada pasti jadi sempat beberapa kali kita lihat di kami keluar standar tapi jadi double cabin," tutur Donny. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM