"Kita sedang evaluasi beberapa negara potensial di Asia sendiri. Kita harus perhatikan Myanmar, Kamboja, Laos. Negara itu seperti Indonesia beberapa tahun lalu," ujar Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono kepada wartawan di Jakarta.
Pasar Myanmar termasuk incaran karena saat ini, negara itu sepenuhnya dikuasai mobil bekas. Warih memperkirakan 70 persen mobil yang beredar di Myanmar adalah mobil bekas. "Nah itu kan ada potensi dia akan bergerak ke bisnis kendaraan baru, jadi ada kesempatan itu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maroko bisa jadi tonggak bagi kita untuk mengerti situasi negara tetangganya," ujar Warih.
Negara lain yang juga menjadi incaran adalah Australia. "Pasar Australia cukup besar, 1,2 juta unit per tahun. Mobil yang disukai di sini sedan dan SUV yang kecil, jadi sedang kita coba eksplorasi," ujarnya.
Khusus untuk Australia ini, Direktur TMMIN untuk Administrasi Bob Azam mengatakan Indonesia dan Australia masih membicarakan mengenai kemungkinan diberlakukannya area perdagangan bebas.
Sebelumnya diberitakan total ekspor mobil CBU (utuh) Toyota turun jika dibandingkan tahun 176.737 unit. Meski tahun 2016 agak turun, Toyota selama 2016 mencapai 169.098 unit, mengharapkan tahun ini ada peningkatan ekspor sampai 10 persen dengan adanya negara tujuan baru ekspor tadi.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!