Toyota Indonesia Bidik Pasar Myanmar, Kamboja dan Laos

Toyota Indonesia Bidik Pasar Myanmar, Kamboja dan Laos

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Jumat, 27 Jan 2017 13:43 WIB
Toyota Indonesia Bidik Pasar Myanmar, Kamboja dan Laos
Pabrik TMMIN. Foto: TMMIN
Jakarta - Toyota Indonesia berambisi meningkatkan jumlah ekspor 10 persen tahun ini. Negara-negara baru tujuan ekspor pun dibidik. Tidak jauh-jauh, masih di sekitar Asia.

"Kita sedang evaluasi beberapa negara potensial di Asia sendiri. Kita harus perhatikan Myanmar, Kamboja, Laos. Negara itu seperti Indonesia beberapa tahun lalu," ujar Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono kepada wartawan di Jakarta.

Pasar Myanmar termasuk incaran karena saat ini, negara itu sepenuhnya dikuasai mobil bekas. Warih memperkirakan 70 persen mobil yang beredar di Myanmar adalah mobil bekas. "Nah itu kan ada potensi dia akan bergerak ke bisnis kendaraan baru, jadi ada kesempatan itu," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Negara di Afrika, Nigeria juga tengah dibidik Toyota. Dengan masuknya mobil buatan Toyota Indonesia ke Maroko, akan menjadi pembelajaran bagi Toyota untuk memahami kondisi pasarnya.

"Maroko bisa jadi tonggak bagi kita untuk mengerti situasi negara tetangganya," ujar Warih.

Negara lain yang juga menjadi incaran adalah Australia. "Pasar Australia cukup besar, 1,2 juta unit per tahun. Mobil yang disukai di sini sedan dan SUV yang kecil, jadi sedang kita coba eksplorasi," ujarnya.

Khusus untuk Australia ini, Direktur TMMIN untuk Administrasi Bob Azam mengatakan Indonesia dan Australia masih membicarakan mengenai kemungkinan diberlakukannya area perdagangan bebas.

Sebelumnya diberitakan total ekspor mobil CBU (utuh) Toyota turun jika dibandingkan tahun 176.737 unit. Meski tahun 2016 agak turun, Toyota selama 2016 mencapai 169.098 unit, mengharapkan tahun ini ada peningkatan ekspor sampai 10 persen dengan adanya negara tujuan baru ekspor tadi.

(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads