Entah itu dari faktor bahan baku atau Biaya Balik Nama yang memang selalu naik di awal tahun atau faktor lain yang menyebabkan biaya produksi kendaraan naik.
Meski ada kenaikan harga Director of Product Planning Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia Edy Jusuf Oekasah mengatakan, kenaikan tersebut tidak terlalu berpengaruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pria yang akrab dipanggil Oje merasa, kenaikan tarif pengurusan surat-surat kendaraan dirasa wajar, karena tidak setiap tahun dinaikan, dan karena faktor lainnya sehingga kenaikan tersebut dinilainya wajar.
"Naik cuma 200 ribu setiap 5 tahun, ga ngaruh lah. Itu kan setiap tahun pasti ada penyesuain, itu penyesuaian kenaikan pajak, harga, inflasi, kalau di Indonesia sudah tidak ada inflasi mungkin harga mobil ga akan naik (harga). Tapi kan di Indonesia masih ada inflasi, pasti ada kenaikan," ungkapnya.
Sementara itu dari Gorontalo, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra mengatakan secara off the road Daihatsu sudah menaikkan harga mobil seperti Ayla, Xenia, dan Terios.
Sementara untuk mobil pikap, harga off the roadnya tidak naik, tapi ada kenaikan pajaknya. "Apapun kebijakan pemerintah kita akan dukung, yang naik kan hanya administrasinya saja, kenaikannya memang besar tapi jumlahnya kecil. Jadi kita masih optimistis itu tidak akan terlalu berpengaruh kecuali yang naik pajaknya," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!