Ini berarti stok Daihatsu di pasaran langsung habis diserbu orang. Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra kepada wartawan di Maqna Hotel, Gorontalo, mengatakan Daihatsu pun sekarang dalam kondisi kurang barang.
"Berarti ada gap yang cukup signifikan antara penjualan ritel dan penjualan wholesales, artinya Daihatsu bisa mengatur stoknya lebih bagus, lebih sehat. Artinya kurang barang, sehingga kalau kurang barang, kalau saja seandainya suplainya bisa lebih baik mungkin angka ritel yang 192 ribu bisa lebih tinggi. Jadi kalau suplainya banyak, mungkin bisa lebih tapi sudahlah 192 ribu sudah kita syukuri," papar Amelia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marketing & CR Division Head AI-DSO Hendrayadi Lastiyoso menambahkan selain produk yang tepat Daihatsu berhasil menembus rekor penjualan tahun lalu karena juga adanya dukungan dari perusahaan pembiayaan.
"Di Daihatsu kan 80 persen konsumen membeli kredit, kalau tidak ada dukungan dari perusahaan pembiayaan itu akan berat, apalagi di satu produk komersial biasanya kredit itu bisa 90 persen. Di komersial kan biasanya yang beli mereka yang punya usaha jadi pembayarannya tergantung hasil usaha itu," ujarnya. (ddn/rgr)











































Komentar Terbanyak
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah
Pemprov 'Kehilangan' Rp 2 Triliun, Pajak Mobil Listrik Rp 0 Perlu Ditinjau
Beredar Info Razia Pajak Kendaraan di Tol, Ini Fakta di Baliknya