Jumat, 20 Jan 2017 14:58 WIB

Produsen Mobil Rolls Royce Tidak Terlibat Kasus Suap Emirsyah Satar

Dina Rayanti - detikOto
Foto: Dadan Kuswaraharja Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -
Mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar kemarin ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap pengadaan mesin pesawat Garuda dari Rolls Royce.

Namun yang menjadi catatan ialah kasus penyuapan tersebut yang melakukan ialah Rolls Royce PLC yang menaungi mesin untuk pesawat, kapal laut, dan aplikasi. Dan ini berbeda dengan Rolls Royce Motor Cars ya Otolovers.

"Rolls Royce Motor Cars merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki BMW Group dan memproduksi beberapa mobil super mewah seperti Phantom, Ghost, Wraith, dan Dawn," ungkap Rolls Royce Motor Cars dalam sebuah keterangan resmi yang diterima detikOto, Jumat (20/1/2017).


Emirsyah diduga menerima suap dari Rolls-Royce terkait pengadaan mesin pesawat Garuda. Dalam kasus ini, KPK menetapkan dua orang tersangka, yaitu Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo. Soetikno diduga berperan sebagai broker ketika Emirsyah hendak membeli pesawat. Rolls-Royce pun menyuap Emirsyah agar menggunakan mesin buatannya pada pesawat yang dibelinya.

KPK menduga Emirsyah menerima suap dalam bentuk uang dan barang, yaitu dalam mata uang euro sebesar 1,2 juta euro dan USD 180 ribu atau setara dengan Rp 20 miliar. Selain itu, Emirsyah diduga menerima suap dalam bentuk barang dengan total nilai USD 2 juta. Barang-barang terkait dengan dugaan suap itu tersebar di Singapura dan Indonesia. (dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed