Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Sabtu 14 Januari 2017, 18:17 WIB

Kotak Hitam Isuzu Bisa Menghitung Konsumsi BBM dengan Tepat

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Kotak Hitam Isuzu Bisa Menghitung Konsumsi BBM dengan Tepat Foto: Dadan Kuswaraharja
Tangerang Selatan - Isuzu mengajak komunitas pengguna mobil MU-X untuk membedah soal kotak hitam-nya atau tools GDISS (Global Isuzu Diagnostic Service System). Dengan tools ini pengguna mobil bisa mengetahui kondisi kesehatan kendaraan secara nyata.

Mulai dari cara pengereman (braking condition), tingkat panas mesin, baik di kondisi jalan normal maupun abnormal (engine temperature), frekuensi kecepatan berkendara (vehicle speed), konsumsi bahan bakar (fuel consumption), pengoperasian pedal gas (pedal operation), dimana grafik dari GDISS akan menunjukkan bagaimana frekuensi dalam atau tidaknya tekanan pedal gas, sehingga berpengaruh pada konsumsi bahan bakar kendaraan.

Salah satu poin yang ramai dibahas dengan pengguna mobil adalah soal konsumsi BBM. Masalah konsumsi BBM ini memang selalu menjadi perbincangan seksi antara pabrikan dan konsumen mobil. Dari data GDISS kita bisa melihat berapa data konsumsi BBM saat di jalan tol, jalan perkotaan sampai saat mobil dibawa dalam kecepatan tinggi atau rendah. Tapi kemudian muncul perbedaan data GDISS dengan pengukuran konsumsi BBM dengan metode full to full yang biasa dilakukan pengendara.



Salah satu anggota komunitas MU-X, Bagus, misalnya. Dia mengakui konsumsi BBM mobilnya mencapai 1:8,9 dengan metode full to full yakni mengisi tangki bensin sampai penuh, kemudian setelah dipakai beberapa saat, isi kembali tangki sampai penuh. "Saya isi sampai goyang-goyang mobilnya," ujarnya sambil bercanda.

"Tapi di data GDISS itu hasilnya 9,9 km per liter, saya isi tangki mobil dengan berbagai macam bahan bakar, kadang Solar, campuran lah," tambahnya.

Menanggapi hal ini Technical After Sales Service Astra Isuzu Mirza Al-Adhar mengatakan pengukuran konsumsi BBM dengan GDISS merupakan yang paling akurat, karena yang dihitung adalah semprotan bahan bakar dari injektor ke mesin. Jadi berapa liter bahan bakar yang digunakan mesin ya itu lah konsumsi BBM-nya.

"Jadi tingkat akurasinya jelas berbeda karena kalau full to full kondisi kendaraan saat isi di SPBU juga berpengaruh," ujarnya.

Dia menyarankan kalau pengguna ingin mendapatkan hasil perhitungan yang lebih akurat, maka gunakan metode yang sama secara berulang. "Kalau pakai full to full ya berikutnya pakai full to full juga," ujarnya.


Kotak Hitam Isuzu Bisa Menghitung Konsumsi BBM dengan TepatFoto: Dadan Kuswaraharja

Service Department Head Astra Isuzu Anjar Kisworo menambahkan GDISS ini tidak melihat apakah pemilik mobil menggunakan BBM buatan Shell, Pertamina atau Total. Tools ini murni hanya menghitung jumlah BBM saja.

Lewat perhitungan pada belasan mobil MU-X tadi, rata-rata masing mobil mencatat konsumsi 9 km per liter sampai 13 km per liter.

Anjar menambahkan bagi pengguna Isuzu D-Max, MU-X atau Giga yang ingin mengecek kondisi kesehatan kendaraan bisa mendapatkan laporan GDISS ini dengan gratis asal melakukan perawatan berkala dalam 6 bulan ke depan.

"Tapi jika tiba-tiba datang ke bengkel resmi, tidak pernah servis berkala ya kena charge Rp 300 ribu. Sampai 6 bulan masih free kalau melakukan perawatan berkala. Kalau ada event tertentu seperti hari ini kita mengajak komunitas MU-X bisa free," ujarnya. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +